https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/issue/feedSurya Abdimas2026-05-04T17:23:59+07:00Dwi Irawatisuryaabdimas@umpwr.ac.idOpen Journal Systems<p>DOI Prefix :10.37729/abdimas<br>ISSN : <a title="p-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1489395325" target="_blank" rel="noopener">2580-3492 </a>(p), <a href="http://u.lipi.go.id/1489395603" target="_blank" rel="noopener">2581-0162</a> (e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency : January, April, July, and October<br>Editor in Chief : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=RJrdHZQAAAAJ&hl=id&oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Dr. Dwi Irawati, S.E., M.Si.</a><br>Managing Editor : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=GVyxxRQAAAAJ&hl=en&oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Dr. Eko Setyadi Kurniawan, M.Pd.Si.</a><br>Indexing : <a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/abdimas/abstracting" target="_blank" rel="noopener">Click here</a><br>Focus & Scope : <a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/abdimas/scopes" target="_blank" rel="noopener">Click here</a><br>Accreditation : <a href="https://drive.google.com/file/d/1aOHwkfBJj3i7bJuB86aPPx0kGwZBHMRQ/view" target="_blank" rel="noopener">Sinta 4</a></p>https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/6817Implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) Dalam Penentuan Ibadah Harian2026-04-10T21:05:27+07:00Firdaus Firdausfirdaus@ump.ac.idMuamar Muamarfirdaus@ump.ac.idMintohar Muntoharfirdaus@ump.ac.idIrham Muhammad Azamafirdaus@ump.ac.idHermawan Hermawanhermawan@umpwr.ac.id<p><em>Perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah masih menjadi problem berulang yang berdampak pada ketidakseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam, baik dalam konteks sosial</em> <em>keagamaan maupun kelembagaan. Persoalan ini tidak hanya bersumber dari perbedaan metodologis antara hisab dan rukyat, tetapi juga dari rendahnya literasi falakiyah masyarakat serta minimnya model edukasi integratif di tingkat komunitas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi berbasis komunitas.</em> <em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik observasi hilal, workshop penyusunan kalender, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk membangun keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran dan internalisasi nilai keagamaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 62,4 menjadi 86,7, atau meningkat sebesar 38,9</em><em> persen</em><em>, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap program mencapai 92</em><em> persen</em><em>. Peserta tidak hanya memahami konsep hisab dan rukyat secara teoritik, tetapi juga mampu menyusun rancangan kalender Hijriyah sederhana serta menunjukkan keterbukaan epistemik terhadap integrasi metode penentuan awal bulan.</em> <em>Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi falakiyah masyarakat, membangun kesadaran kolektif, serta memperkuat sikap moderat dalam menyikapi perbedaan metodologis kalender Islam. Model sosialisasi KHGT berbasis komunitas ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas keagamaan lain dan diintegrasikan dalam program edukasi keagamaan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan literasi keagamaan dan unifikasi kalender Islam.</em></p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Firdaus Firdaus, Muamar Muamar, Mintohar Muntohar, Irham Muhammad Azama, Hermawan Hermawanhttps://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7048Pemberdayaan Wanita UMKM Melalui Pemasaran Digital, Branding, dan Akses Modal Usaha2026-04-10T22:14:40+07:00Rizky Eka Febriansahrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idDetak Prapancarizkyfebriyanzah@umsida.ac.idMochamad Alfan Rosidrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idNihlatul Qudus Sukma Nirwanarizkyfebriyanzah@umsida.ac.idTasya Fatmawati Arifinrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idPutri Nazilatul Fadhliyahrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idAmanda Aditya Sri Nengsihrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idEka Aditia Suhermanrizkyfebriyanzah@umsida.ac.idIndah Rizqi Tsaniarizkyfebriyanzah@umsida.ac.id<p><em>Program pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan kelompok UMKM wanita bidang makanan dan minuman di desa Kepuh Kemiri, kecamatan Tulangan, kabupaten Sidoarjo, yang berjumlah sekitar 15 usaha mikro. Meskipun sebagian besar pelaku usaha telah memiliki akses perangkat digital, pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi sosial dasar. Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, akses modal, dan regulasi usaha menyebabkan banyak usaha tidak tercatat secara administrasi, sehingga menghambat peluang memperoleh dukungan dari pemerintah atau lembaga keuangan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lingkup penjualan yang sempit, belum memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, belum memiliki identitas produk, serta kesulitan permodalan. Program ini menggunakan pendekatan learning by doing melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, konsultasi, dan keberlanjutan. Fokus kegiatan adalah penguatan manajerial UMKM melalui strategi pemasaran digital, branding produk, serta penyediaan akses modal usaha. Hasilnya menunjukkan sebanyak 5 dari 15 UMKM mampu membuat dan mengunggah konten digital di media sosial, 10 UMKM telah memiliki logo dan desain kemasan, serta 3 UMKM berhasil memperoleh akses modal untuk memperluas pasar. Keberlanjutan program diwujudkan dengan pembentukan grup digital (WhatsApp Group atau forum online) sebagai wadah berbagi informasi, tips pemasaran, dan kolaborasi antar pelaku UMKM. Program ini terbukti meningkatkan kapasitas digital, identitas produk, dan akses permodalan, sehingga memperkuat daya saing UMKM wanita di desa Kepuh Kemiri.</em></p>2026-04-10T22:14:35+07:00Copyright (c) 2026 Rizky Eka Febriansah, Detak Prapanca, Mochamad Alfan Rosid, Nihlatul Qudus Sukma Nirwana, Tasya Fatmawati Arifin, Putri Nazilatul Fadhliyah, Amanda Aditya Sri Nengsih, Eka Aditia Suherman, Indah Rizqi Tsaniahttps://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7201Sinergi Kelembagaan dan Teknologi Dalam Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Wanita Tani 2026-04-25T11:52:01+07:00Heri Susantoheri.susanto@upnyk.ac.idRosita Rositarosita@uii.ac.idYudhistira Saraswatiyudhistira.saraswati@upnyk.ac.idAlvin Alvian Mubarokalvian.alvinmubarok@upnyk.ac.id<p><em>Penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi merupakan strategi penting dalam meningkatkan peran ekonomi perempuan di pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun di Kabupaten Klaten menjadi entitas ekonomi yang berkelanjutan melalui pembentukan embrio koperasi, peningkatan kapasitas bisnis digital, dan penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan manajemen koperasi, pengembangan e-commerce, implementasi teknologi pertanian sederhana, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama, yaitu: (1) penguatan kelembagaan dengan terbentuknya embrio koperasi yang dilengkapi pencatatan keuangan rutin; (2) adopsi pemasaran digital yang melibatkan 70% anggota aktif dan menghasilkan minimal 10 transaksi per bulan; serta (3) peningkatan produktivitas melalui sistem hidroponik dan mesin pencacah pakan ternak yang mendorong peningkatan hasil panen hingga 50%. Intervensi tersebut memberi dampak ekonomi positif berupa peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar 20–30% serta perluasan akses pasar di luar lingkungan lokal. Model pemberdayaan yang terintegrasi ini terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan ekonomi perempuan pedesaan, mendukung capaian SDGs tentang kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi, serta mendorong keberlanjutan usaha KWT.</em></p>2026-04-25T11:51:57+07:00Copyright (c) 2026 Heri Susanto, Rosita Rosita, Yudhistira Saraswati, Alvin Alvian Mubarokhttps://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7204Pemberdayaan Siaga Bencana Melalui Flood Early Warning System Untuk Menggairahkan Ekowisata Air Terjun Wera2026-04-30T09:36:16+07:00Mardi Lestarimardilestaribakri@gmail.comUnggul Wahyonounggul@untad.ac.idDelthawati Isti Ratnaningtyasdelthawati@untad.ac.idHaeruddin Haeruddinhaeruddin@untad.ac.idMoh. Afriansyahmohafriansyah127@gmail.comMarsyah Aningsihaacha5200@gmail.comFadli Saharudin Bontoalafadlisbontoala@gmail.com<p><em>Pemahaman warga lokal terhadap kesiapsiagaan bencana di wilayah Air Terjun Wera sangat rendah. Terbukti dari banyaknya kejadian yang menimbulkan kerugian jiwa maupun materil di lokasi mitra kegiatan pengabdian. Melalui pemasangan alat </em><em>Flood Early Warning System (FEWS) serta pemahaman kesiapsiagaan bencana diharapkan dapat memperkuat kelompok siaga bencana lokal dan mengurangi risiko terkait banjir bandang, sekaligus memulihkan potensi wisata Air Terjun Wera. Pendekatan yang digunakan adalah community development, yang menekankan keterlibatan masyarakat di setiap tahap program, mulai dari perencanaan dan penilaian kebutuhan hingga eval_uasi. Program ini dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan, seperti pelatihan kesiapsiagaan, pemahaman tentang kelompok kesiapsiagaan bencana, sosialisasi mengenai pentingnya FEWS, dan dukungan emosional jangka pendek. Pendekatan bimbingan kelompok digunakan untuk memperkuat ketahanan, mengurangi kecemasan, dan memulihkan kepercayaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Implementasi FEWS tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons peringatan dini tetapi juga memberikan rasa aman bagi wisatawan sehingga aktivitas ekowisata dapat dilanjutkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dan pembukaan peluang untuk revitalisasi ekowisata yang lebih berkelanjutan berbasis mitigasi. Hasil pengabdian di lokasi mitra menunjukkan peningkatan pemahaman warga lokal terhadap kesiapsiagaan bencana. Program ini berkontribusi pada pengembangan desa yang tangguh terhadap bencana sambil mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pengelolaan ekowisata yang aman dan kompetitif.</em></p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mardi Lestari, Unggul Wahyono, Delthawati Isti Ratnaningtyas, Haeruddin Haeruddin, Moh. Afriansyah, Marsyah Aningsih, Fadli Saharudin Bontoalahttps://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7063Peningkatan Kesadaran Bermedia Sosial Pada Keluarga Muslim Perkotaan Melalui Program Literasi Digital Berbasis Nilai Islam2026-05-03T01:58:06+07:00Ahmad Zaenurrosyidzaenurrosyid@unissula.ac.idHidayatus Sholihahhida@unissula.ac.id<p><em>Program pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran keluarga Muslim perkotaan dalam bermedia sosial secara bijak. Tingginya penggunaan media sosial membawa dampak positif sebagai sarana komunikasi dan edukasi, namun juga berisiko menimbulkan hoaks, perilaku konsumtif, lemahnya kontrol waktu, dan menurunnya kualitas interaksi keluarga. Metode pelaksa naan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan dan penyusunan modul literasi digital berbasis nilai Islam. Pelaksanaan berupa sosialisasi, workshop interaktif lintas usia, dan diskusi keluarga untuk menyusun pola penggunaan media sosial yang sehat. </em><em>Kegiatan ini bermitra secara langsung dengan Pemerintah Kelurahan Bangetayu Wetan, PKK Kelurahan Bangetayu Wetan, Karang Taruna Bangetayu Wetan, serta takmir masjid setempat (Masjid Jami’ wilayah Bangetayu Wetan). Selain itu, program juga didukung oleh lembaga pendidikan di sekitar lokasi, yaitu SD Negeri Bangetayu Wetan dan Madrasah Diniyah setempat sebagai mitra edukatif dalam pelibatan anak dan remaja. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui refleksi dan pembentukan komunitas keluarga sadar digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman etika bermedia sosial, dengan skor rata-rata naik dari 58 menjadi 82 (41,3%). Kualitas interaksi keluarga juga meningkat, ditandai frekuensi komunikasi positif dari 2,8 menjadi 4,6 kali per hari dan penurunan konflik sebesar 35%. Pemanfaatan media digital untuk pembelajaran meningkat dari 45% menjadi 78%, dakwah digital dari 20% menjadi 52%, dan ekonomi digital dari 18% menjadi 40%. Dari 50 keluarga, 78% konsisten menerapkan etika digital dan 65% memiliki aturan penggunaan gawai. Tantangan meliputi keterbatasan literasi digital (62%) dan waktu pendampingan (48%), sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi kelembagaan.</em></p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahmad Zaenurrosyid, Hidayatus Sholihahhttps://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/6809Akselerasi Luaran Hak Kekayaan Intelektual Guru Melalui Penguatan Literasi Hak Kekayaan Intelektual2026-05-04T17:23:59+07:00Jarot Tri Bowo Santosojarot.tribowo@mail.unnes.ac.idAhmad Nurkhinahmadnurkhin@mail.unnes.ac.idRediana Setyaniredianasetiyani@mail.unnes.ac.idSiti Fatimahfatimaheno15@mail.unnes.ac.id<p><em>Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi tentang karya yang dapat dihakciptakan serta lemahnya pengadministrasian karya guru, sehingga banyak karya hilang tanpa perlindungan hukum. Padahal, karya yang dihakciptakan akan terlindungi dan menambah citra positif bagi guru maupun sekolah. Solusi yang ditawarkan adalah penyelenggaraan workshop, pendampingan, dan monitoring HKI untuk meningkatkan literasi, memperbaiki administrasi karya, serta memotivasi guru agar karyanya diakui secara hukum. Metode pelaksanaan meliputi workshop, bimbingan teknis pengadministrasian karya dan prosedur HKI, pendampingan hingga tahap submit, serta monitoring hasil kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengadministrasikan karya inovatif, peningkatan literasi HKI sebesar 90 persen, serta akselerasi pendaftaran HKI karya guru lebih dari 50 persen. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan literasi HKI, keterampilan administrasi, dan motivasi guru untuk menghasilkan karya inovatif yang terlindungi secara hukum, sehingga memperkuat profesionalisme dan citra positif sekolah.</em></p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jarot Tri Bowo Santoso, Ahmad Nurkhin, Rediana Setyani, Siti Fatimah