Surya Abdimas
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas
<p>DOI Prefix :10.37729/abdimas<br>ISSN : <a title="p-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1489395325" target="_blank" rel="noopener">2580-3492 </a>(p), <a href="http://u.lipi.go.id/1489395603" target="_blank" rel="noopener">2581-0162</a> (e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency : January, April, July, and October<br>Editor in Chief : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=RJrdHZQAAAAJ&hl=id&oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Dr. Dwi Irawati, S.E., M.Si.</a><br>Managing Editor : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=GVyxxRQAAAAJ&hl=en&oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Dr. Eko Setyadi Kurniawan, M.Pd.Si.</a><br>Indexing : <a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/abdimas/abstracting" target="_blank" rel="noopener">Click here</a><br>Focus & Scope : <a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/abdimas/scopes" target="_blank" rel="noopener">Click here</a><br>Accreditation : <a href="https://drive.google.com/file/d/1aOHwkfBJj3i7bJuB86aPPx0kGwZBHMRQ/view" target="_blank" rel="noopener">Sinta 4</a></p>Universitas Muhammadiyah Purworejoen-USSurya Abdimas2580-3492Implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) Dalam Penentuan Ibadah Harian
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/6817
<p><em>Perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah masih menjadi problem berulang yang berdampak pada ketidakseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam, baik dalam konteks sosial</em> <em>keagamaan maupun kelembagaan. Persoalan ini tidak hanya bersumber dari perbedaan metodologis antara hisab dan rukyat, tetapi juga dari rendahnya literasi falakiyah masyarakat serta minimnya model edukasi integratif di tingkat komunitas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi berbasis komunitas.</em> <em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik observasi hilal, workshop penyusunan kalender, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk membangun keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran dan internalisasi nilai keagamaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 62,4 menjadi 86,7, atau meningkat sebesar 38,9</em><em> persen</em><em>, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap program mencapai 92</em><em> persen</em><em>. Peserta tidak hanya memahami konsep hisab dan rukyat secara teoritik, tetapi juga mampu menyusun rancangan kalender Hijriyah sederhana serta menunjukkan keterbukaan epistemik terhadap integrasi metode penentuan awal bulan.</em> <em>Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi falakiyah masyarakat, membangun kesadaran kolektif, serta memperkuat sikap moderat dalam menyikapi perbedaan metodologis kalender Islam. Model sosialisasi KHGT berbasis komunitas ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas keagamaan lain dan diintegrasikan dalam program edukasi keagamaan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan literasi keagamaan dan unifikasi kalender Islam.</em></p>Firdaus FirdausMuamar MuamarMintohar MuntoharIrham Muhammad AzamaHermawan Hermawan
Copyright (c) 2026 Firdaus Firdaus, Muamar Muamar, Mintohar Muntohar, Irham Muhammad Azama, Hermawan Hermawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-252026-03-2510220921810.37729/abdimas.v10i2.6817Pemberdayaan Wanita UMKM Melalui Pemasaran Digital, Branding, dan Akses Modal Usaha
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7048
<p><em>Program pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan kelompok UMKM wanita bidang makanan dan minuman di desa Kepuh Kemiri, kecamatan Tulangan, kabupaten Sidoarjo, yang berjumlah sekitar 15 usaha mikro. Meskipun sebagian besar pelaku usaha telah memiliki akses perangkat digital, pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi sosial dasar. Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, akses modal, dan regulasi usaha menyebabkan banyak usaha tidak tercatat secara administrasi, sehingga menghambat peluang memperoleh dukungan dari pemerintah atau lembaga keuangan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lingkup penjualan yang sempit, belum memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, belum memiliki identitas produk, serta kesulitan permodalan. Program ini menggunakan pendekatan learning by doing melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, konsultasi, dan keberlanjutan. Fokus kegiatan adalah penguatan manajerial UMKM melalui strategi pemasaran digital, branding produk, serta penyediaan akses modal usaha. Hasilnya menunjukkan sebanyak 5 dari 15 UMKM mampu membuat dan mengunggah konten digital di media sosial, 10 UMKM telah memiliki logo dan desain kemasan, serta 3 UMKM berhasil memperoleh akses modal untuk memperluas pasar. Keberlanjutan program diwujudkan dengan pembentukan grup digital (WhatsApp Group atau forum online) sebagai wadah berbagi informasi, tips pemasaran, dan kolaborasi antar pelaku UMKM. Program ini terbukti meningkatkan kapasitas digital, identitas produk, dan akses permodalan, sehingga memperkuat daya saing UMKM wanita di desa Kepuh Kemiri.</em></p>Rizky Eka FebriansahDetak PrapancaMochamad Alfan RosidNihlatul Qudus Sukma NirwanaTasya Fatmawati ArifinPutri Nazilatul FadhliyahAmanda Aditya Sri NengsihEka Aditia SuhermanIndah Rizqi Tsania
Copyright (c) 2026 Rizky Eka Febriansah, Detak Prapanca, Mochamad Alfan Rosid, Nihlatul Qudus Sukma Nirwana, Tasya Fatmawati Arifin, Putri Nazilatul Fadhliyah, Amanda Aditya Sri Nengsih, Eka Aditia Suherman, Indah Rizqi Tsania
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-102026-04-10102201923010.37729/abdimas.v10i2.7048Sinergi Kelembagaan dan Teknologi Dalam Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Wanita Tani
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7201
<p><em>Penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi merupakan strategi penting dalam meningkatkan peran ekonomi perempuan di pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun di Kabupaten Klaten menjadi entitas ekonomi yang berkelanjutan melalui pembentukan embrio koperasi, peningkatan kapasitas bisnis digital, dan penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan manajemen koperasi, pengembangan e-commerce, implementasi teknologi pertanian sederhana, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama, yaitu: (1) penguatan kelembagaan dengan terbentuknya embrio koperasi yang dilengkapi pencatatan keuangan rutin; (2) adopsi pemasaran digital yang melibatkan 70% anggota aktif dan menghasilkan minimal 10 transaksi per bulan; serta (3) peningkatan produktivitas melalui sistem hidroponik dan mesin pencacah pakan ternak yang mendorong peningkatan hasil panen hingga 50%. Intervensi tersebut memberi dampak ekonomi positif berupa peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar 20–30% serta perluasan akses pasar di luar lingkungan lokal. Model pemberdayaan yang terintegrasi ini terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan ekonomi perempuan pedesaan, mendukung capaian SDGs tentang kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi, serta mendorong keberlanjutan usaha KWT.</em></p>Heri SusantoRosita RositaYudhistira SaraswatiAlvin Alvian Mubarok
Copyright (c) 2026 Heri Susanto, Rosita Rosita, Yudhistira Saraswati, Alvin Alvian Mubarok
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-252026-04-2510223123810.37729/abdimas.v10i2.7201Pemberdayaan Siaga Bencana Melalui Flood Early Warning System Untuk Menggairahkan Ekowisata Air Terjun Wera
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7204
<p><em>Pemahaman warga lokal terhadap kesiapsiagaan bencana di wilayah Air Terjun Wera sangat rendah. Terbukti dari banyaknya kejadian yang menimbulkan kerugian jiwa maupun materil di lokasi mitra kegiatan pengabdian. Melalui pemasangan alat </em><em>Flood Early Warning System (FEWS) serta pemahaman kesiapsiagaan bencana diharapkan dapat memperkuat kelompok siaga bencana lokal dan mengurangi risiko terkait banjir bandang, sekaligus memulihkan potensi wisata Air Terjun Wera. Pendekatan yang digunakan adalah community development, yang menekankan keterlibatan masyarakat di setiap tahap program, mulai dari perencanaan dan penilaian kebutuhan hingga eval_uasi. Program ini dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan, seperti pelatihan kesiapsiagaan, pemahaman tentang kelompok kesiapsiagaan bencana, sosialisasi mengenai pentingnya FEWS, dan dukungan emosional jangka pendek. Pendekatan bimbingan kelompok digunakan untuk memperkuat ketahanan, mengurangi kecemasan, dan memulihkan kepercayaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Implementasi FEWS tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons peringatan dini tetapi juga memberikan rasa aman bagi wisatawan sehingga aktivitas ekowisata dapat dilanjutkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dan pembukaan peluang untuk revitalisasi ekowisata yang lebih berkelanjutan berbasis mitigasi. Hasil pengabdian di lokasi mitra menunjukkan peningkatan pemahaman warga lokal terhadap kesiapsiagaan bencana. Program ini berkontribusi pada pengembangan desa yang tangguh terhadap bencana sambil mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pengelolaan ekowisata yang aman dan kompetitif.</em></p>Mardi LestariUnggul WahyonoDelthawati Isti RatnaningtyasHaeruddin HaeruddinMoh. AfriansyahMarsyah AningsihFadli Saharudin Bontoala
Copyright (c) 2026 Mardi Lestari, Unggul Wahyono, Delthawati Isti Ratnaningtyas, Haeruddin Haeruddin, Moh. Afriansyah, Marsyah Aningsih, Fadli Saharudin Bontoala
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010224024910.37729/abdimas.v10i2.7204Peningkatan Kesadaran Bermedia Sosial Pada Keluarga Muslim Perkotaan Melalui Program Literasi Digital Berbasis Nilai Islam
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7063
<p><em>Program pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran keluarga Muslim perkotaan dalam bermedia sosial secara bijak. Tingginya penggunaan media sosial membawa dampak positif sebagai sarana komunikasi dan edukasi, namun juga berisiko menimbulkan hoaks, perilaku konsumtif, lemahnya kontrol waktu, dan menurunnya kualitas interaksi keluarga. Metode pelaksa naan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan dan penyusunan modul literasi digital berbasis nilai Islam. Pelaksanaan berupa sosialisasi, workshop interaktif lintas usia, dan diskusi keluarga untuk menyusun pola penggunaan media sosial yang sehat. </em><em>Kegiatan ini bermitra secara langsung dengan Pemerintah Kelurahan Bangetayu Wetan, PKK Kelurahan Bangetayu Wetan, Karang Taruna Bangetayu Wetan, serta takmir masjid setempat (Masjid Jami’ wilayah Bangetayu Wetan). Selain itu, program juga didukung oleh lembaga pendidikan di sekitar lokasi, yaitu SD Negeri Bangetayu Wetan dan Madrasah Diniyah setempat sebagai mitra edukatif dalam pelibatan anak dan remaja. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui refleksi dan pembentukan komunitas keluarga sadar digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman etika bermedia sosial, dengan skor rata-rata naik dari 58 menjadi 82 (41,3%). Kualitas interaksi keluarga juga meningkat, ditandai frekuensi komunikasi positif dari 2,8 menjadi 4,6 kali per hari dan penurunan konflik sebesar 35%. Pemanfaatan media digital untuk pembelajaran meningkat dari 45% menjadi 78%, dakwah digital dari 20% menjadi 52%, dan ekonomi digital dari 18% menjadi 40%. Dari 50 keluarga, 78% konsisten menerapkan etika digital dan 65% memiliki aturan penggunaan gawai. Tantangan meliputi keterbatasan literasi digital (62%) dan waktu pendampingan (48%), sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi kelembagaan.</em></p>Ahmad ZaenurrosyidHidayatus Sholihah
Copyright (c) 2026 Ahmad Zaenurrosyid, Hidayatus Sholihah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010225026510.37729/abdimas.v10i2.7063Akselerasi Luaran Hak Kekayaan Intelektual Guru Melalui Penguatan Literasi Hak Kekayaan Intelektual
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/6809
<p><em>Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi tentang karya yang dapat dihakciptakan serta lemahnya pengadministrasian karya guru, sehingga banyak karya hilang tanpa perlindungan hukum. Padahal, karya yang dihakciptakan akan terlindungi dan menambah citra positif bagi guru maupun sekolah. Solusi yang ditawarkan adalah penyelenggaraan workshop, pendampingan, dan monitoring HKI untuk meningkatkan literasi, memperbaiki administrasi karya, serta memotivasi guru agar karyanya diakui secara hukum. Metode pelaksanaan meliputi workshop, bimbingan teknis pengadministrasian karya dan prosedur HKI, pendampingan hingga tahap submit, serta monitoring hasil kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengadministrasikan karya inovatif, peningkatan literasi HKI sebesar 90 persen, serta akselerasi pendaftaran HKI karya guru lebih dari 50 persen. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan literasi HKI, keterampilan administrasi, dan motivasi guru untuk menghasilkan karya inovatif yang terlindungi secara hukum, sehingga memperkuat profesionalisme dan citra positif sekolah.</em></p>Jarot Tri Bowo SantosoAhmad NurkhinRediana SetyaniSiti Fatimah
Copyright (c) 2026 Jarot Tri Bowo Santoso, Ahmad Nurkhin, Rediana Setyani, Siti Fatimah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010226627410.37729/abdimas.v10i2.6809Peningkatan Literasi Digital Visual UMKM Melalui Pelatihan Fotografi Produk Dengan Metode Community Based Learning
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7133
<p><em>KUBE Sejahtera adalah sebuah kelompok usaha di </em><em>d</em><em>esa Menganti, </em><em>k</em><em>eecamatan Kesugihan, Cilacap</em> <em>masih menggunakan strategi pemasaran tradisional yang kurang efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas. </em><em>Foto produk yang digunakan selama ini kurang menarik secara visual, karena kurangnya pemahaman tentang fotografi produk dan visual branding. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM di KUBE Sejahtera dalam menghasilkan foto produk yang baik dan mendukung pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Community-Based Learning (CBL), yang melibatkan partisipasi aktif peserta melalui pelatihan langsung dan praktik fotografi produk menggunakan smartphone, mini studio box, tripod, dan lighting. Kegiatan mencakup lima tahap, yaitu persiapan, perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan eval_uasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, terutama dalam aspek teknik pencahayaan, pengambilan sudut foto, dan jenis-jenis fotografi produk. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 2,02 (kategori "tidak paham") menjadi 4,23 (kategori "paham"). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengambilan sudut dan jenis fotografi produk. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan CBL efektif dalam meningkatkan literasi visual dan digital UMKM, melalui pelatihan fotografi produk.</em></p>Nur Wachid Adi PrasetyaAgus SusantoSanti PurwaningrumAnnas Setiawan PrabowoOman SomantriMuhammad Nur FaizIsa Bahroni
Copyright (c) 2026 Nur Wachid Adi Prasetya, Agus Susanto, Santi Purwaningrum, Annas Setiawan Prabowo, Oman Somantri, Muhammad Nur Faiz, Isa Bahroni
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010227528710.37729/abdimas.v10i2.7133Transformasi Peran Penyuluh Lapangan Dalam Optimalisasi Kartu Tani Berbasis Kelompok Tani
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7128
<p><em>Pertanian merupakan sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui kebijakan pemerintah berupa program kartu tani untuk menyalurkan pupuk bersubsidi secara transparan dan tepat sasaran. Namun, pemanfaatan kartu tani di tingkat petani masih menghadapi kendala, sehingga peran penyuluh lapangan menjadi sangat krusial dalam mendampingi kelompok tani. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik petani di kecamatan Bayan, kabupaten Purworejo; (2) mengetahui peran penyuluh lapangan dalam pemanfaatan kartu tani; dan (3) menilai manfaat kartu tani bagi kelompok tani. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan langsung dengan pendekatan ceramah, serta pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Mitra kegiatan adalah kelompok tani di kecamatan Bayan yang diwakili oleh 30 petani penerima kartu tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada usia produktif dengan tingkat pendidikan menengah, pengalaman bertani yang cukup panjang, serta mengelola lahan kategori sedang. Penyuluh lapangan berperan sebagai jembatan penyaluran pupuk bersubsidi, koordinator dalam memberikan arahan penggunaan kartu tani, sekaligus pendamping petani dalam pelaksanaan program. Kartu tani terbukti bermanfaat bagi kelompok tani, terutama dalam mempermudah akses pupuk bersubsidi dan mendukung keberlanjutan usaha tani. Kesimpulannya, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran penyuluh lapangan dalam optimalisasi kartu tani berbasis kelompok tani. Program kartu tani tidak hanya meningkatkan akses sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas petani dalam berusahatani. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaat kartu tani semakin maksimal dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.</em></p>Arta KusumaningrumDidik WidiyantonoUswatun KhasanahDyah Panuntun UtamiIstiqo Agus WicaksonoIsna Windani
Copyright (c) 2026 Arta Kusumaningrum, Didik Widiyantono, Uswatun Khasanah, Dyah Panuntun Utami, Istiqo Agus Wicaksono, Isna Windani
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010228829810.37729/abdimas.v10i2.7128Sosialisasi Teknologi LoRa Sebagai Upaya Mendukung Keselamatan Kerja Nelayan Kecil
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7088
<p><em>Pekerjaan sebagai nelayan memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat ketidakpastian kondisi alam. Gelombang laut dan cuaca ekstrem dapat datang secara tiba-tiba sehingga diperlukan sarana komunikasi pada perahu tradisional. Para nelayan kecil di desa Paciran, belum memiliki sistem komunikasi yang cepat dan andal antara nelayan di laut dan pos pantau di darat karena keterbatasan biaya dan akses teknologi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupaya untuk mendukung keselamatan kerja melalui sosialisasi penggunaan teknologi komunikasi berbasis Long Range (LoRa). Metode yang digunakan meliputi pre-test, sosialisasi, demontrasi pengoperasian perangkat LoRa, dan diskusi interaktif mengenai keselamatan kerja dan teknologi LoRa. Hasilnya terdapat lebih dari 75 persen nelayan menunjukkan tingginya minat terhadap teknologi LoRa karena pengoperasiannya yang sederhana. Hanya dengan menekan satu tombol saat kondisi darurat, maka ada penyampaian informasi. Hasil diskusi interaktif menunjukkan bahwa pemahaman nelayan mengenai keselamatan kerja masih terbatas, namun perlu dukungan teknologi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di saat darurat. Penggunaan teknologi LoRa sebagai perangkat komunikasi saat kondisi darurat mendapat tanggapan baik karena mereka memerlukan sistem komunikasi yang cepat dan mudah digunakan. Hal ini menjadi peralatan yang berpotensi sebagai upaya mendukung keselamatan kerja nelayan kecil. </em></p>Ristanti AkseptoriAmelia SugondoYugowati Praharsi
Copyright (c) 2026 Ristanti Akseptori, Amelia Sugondo, Yugowati Praharsi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010229730410.37729/abdimas.v10i2.7088Model Integrasi Literasi Keuangan Defensif-Produktif bagi Masyarakat Agraris
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7156
<p><em>Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat agraris desa Taiftob terhadap perlindungan konsumen keuangan dan pengelolaan pendapatan musiman melalui Model Integrasi Literasi Keuangan Defensif-Produktif. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi sosialisasi partisipatif bagi 15 warga dewasa dengan pendekatan andragogi melalui ceramah singkat, diskusi, dan studi kasus lokal. Materi difokuskan pada tiga pilar, yaitu pengenalan peran OJK dan kanal pengaduan resmi, deteksi dini investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, serta pengelolaan arus kas rumah tangga berbasis siklus panen dan paceklik. eval_uasi menggunakan observasi, uji lisan singkat, dan kartu komitmen mikro. Hasil menunjukkan bahwa pada Modul Defensif-1, seluruh peserta yang diuji secara acak (10 orang) mampu menyebut sedikitnya satu kanal pengaduan resmi OJK. Sedangkan pada Modul Defensif-2, 60,00 persen peserta yang diuji (3 dari 5 orang) mampu menyebut sedikitnya dua red flags investasi ilegal. Pada Modul Produktif, 40,00 persen peserta menuliskan komitmen menyisihkan hasil panen untuk dana darurat dan 60,00 persen untuk dana sekolah anak. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi keuangan defensif dan produktif relevan untuk memperkuat ketahanan finansial awal rumah tangga agraris. Ke depan, program serupa perlu dikembangkan dalam format multi-sesi dan direplikasi pada desa agraris lain agar dampak perubahan perilakunya lebih terukur.</em></p>Kabrini Mulya MutiaraHerman Silver Crespo KoyGracella Erfina DubuIvanliana GenoRemilda Irma NoviyantiChristina MuLuchia Ivanna TeddyArmando Arson Setu LandoEugenius Dwi Ardhika Irianto
Copyright (c) 2026 Kabrini Mulya Mutiara, Herman Silver Crespo Koy, Gracella Erfina Dubu, Ivanliana Geno, Remilda Irma Noviyanti, Christina Mu, Luchia Ivanna Teddy, Armando Arson Setu Lando, Eugenius Dwi Ardhika Irianto
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010230531910.37729/abdimas.v10i2.7156Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intellegence (AI) Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7181
<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui skema diseminasi hasil penelitian dengan tujuan memberikan pendampingan pelatihan pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis </em><em>Artificial Intelligence (AI) di SMA Negeri 1 Banawa. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan permasalahan utama mitra berupa rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran oleh para guru. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan ini dirancang guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi terbaru, khususnya AI, sebagai penunjang pembelajaran dan asesmen. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan tahap persiapan penyusunan proposal berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan guru. Metode yang digunakan adalah metode terapan, yaitu pemberian pengetahuan, demonstrasi, serta pendampingan praktik penggunaan alat dan aplikasi AI dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam memahami konsep dasar AI, memanfaatkan berbagai platform AI untuk pembuatan materi, serta menerapkan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran. </em><em>Respon peserta pengabdian adanya peningkatan dengan rerata pre-test sebesar 51 persen tingkat pemahaman terhadap aplikasi AI dengan perubahan hasil pada post-test sebesar 89 persen lebih memahami pemanfaatan AI.</em><em> Luaran pengabdian berupa materi dalam bentuk softfile yang berisi panduan penggunaan teknologi berbasis AI untuk mendukung praktik pembelajaran.</em> <em>pelatihan ini efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan guru dalam pemanfaatan AI di sekolah.</em></p>Arifuddin Abd MuisIka ListiqowatiExsa PutraAmalia NovaritaKhairurraziq Khairurraziq
Copyright (c) 2026 Arifuddin Abd Muis, Ika Listiqowati, Exsa Putra, Amalia Novarita, Khairurraziq Khairurraziq
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010232032710.37729/abdimas.v10i2.7181Inovasi Tari Tradisional Dolalak Melalui Teknologi Untuk Meningkatkan Literasi Digital Pelaku Seni
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7159
<p><em>Seni tradisional Dolalak merupakan salah satu warisan budaya Purworejo yang perlu dilestarikan sekaligus dikembangkan agar tetap relevan di era digital. Keterbatasan literasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung promosi serta keberlanjutan karya seni. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan mitra Sanggar Seni Swastika di kabupaten Purworejo. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pelestarian seni Dolalak melalui peningkatan literasi digital, penerapan teknologi informasi, serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan media digital, pendampingan dalam pengelolaan konten daring, penerapan teknologi pada platform promosi, serta perencanaan keberlanjutan program. Mitra kegiatan adalah Sanggar Seni Swastika yang menjadi pusat pelaku seni Dolalak di Purworejo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan digital anggota sanggar (45 persen), optimalisasi fungsi website sebagai media promosi, serta perluasan jangkauan promosi daring melalui media sosial (95 persen). Capaian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital tidak hanya meningkatkan literasi digital pelaku seni, tetapi juga memperkuat eksistensi seni Dolalak di ruang publik dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. PISN 2025 berhasil mengintegrasikan pelestarian seni tradisional dengan inovasi teknologi digital. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni dalam mendukung keberlanjutan budaya sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.</em></p>Tusino TusinoRochimansyah RochimansyahIke Yunia Pasa
Copyright (c) 2026 Tusino Tusino, Rochimansyah Rochimansyah, Ike Yunia Pasa
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010232833410.37729/abdimas.v10i2.7159Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Kulit Nanas Pasir Kelud (PK-1) Sebagai Disinfektan Berbasis Ecoenzyme
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7252
<p><em>Limbah kulit nanas yang melimpah di kabupaten Kediri sebagai sentra produksi terbesar di Jawa Timur menimbulkan tantangan lingkungan yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih masyarakat dalam mengintegrasikan teknologi ecoenzyme sebagai strategi pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna, khususnya disinfektan pembersih lantai. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Masjid Baitussalam, kelurahan Sukorame, kecamatan Mojoroto, kota Kediri dengan melibatkan 30 peserta melalui metode penyuluhan interaktif, demonstrasi plot, dan pendampingan praktik langsung. Instrumen evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang sangat signifikan sebesar 152,45 persen, dengan skor rata-rata meningkat dari 31,80 menjadi 80,28. Uji Wilcoxon Signed-Rank mengonfirmasi signifikansi perubahan tersebut (p < 0,05) dengan effect size kategori besar (0,8). Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan eco-enzyme dari kulit nanas Pasir Kelud (PK-1) tidak hanya efektif sebagai agen antimikroba alami, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan ekologis. Program ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan lingkungan melalui pengurangan limbah organik dan dukungan terhadap program Zero Waste serta Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga memberikan dampak sosial serta ekonomi melalui penghematan biaya rumah tangga dan peluang pengembangan produk komunitas. Keberlanjutan program ini memerlukan kerjasama dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat.</em></p>Rochmad KrissanjayaSaiful MuttaqinDhony HermantoNurul IsmillayliLisa SavitriTontowi JauhariSaiful MuttaqinElfred Rinaldo KasimoRasyadan Taufiq ProbojatiAprilia AnjarwatiDita Apriana
Copyright (c) 2026 Lisa Savitri, Rochmad Krissanjaya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010233534810.37729/abdimas.v10i2.7252Gerakan Masyarakat Sadar Diabetes Mellitus: Edukasi Obat, Perawatan Komplementer, dan Latihan Fisik Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7358
<p><em>Kegiatan pengabdian berupa edukasi obat, perawaran komplementer dan latihan fisik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sadar DM sesuai dengan tuhaun GERMAS.</em><em> Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat penderita Diabetes Mellitus. Kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung mengenai penggunaan obat DM, perawatan kaki diabetes, serta latihan fisik. Materi disampaikan oleh tim lintas profesi, yaitu farmasis, perawat, dan fisioterapis. Peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi berat badan, tinggi badan, tekanan darah, denyut nadi, dan gula darah sewaktu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta merespons kegiatan dengan sangat positif dan merasa lebih memahami cara pengelolaan obat, pencegahan luka diabetes, serta pentingnya aktivitas fisik. Hasil pengukuran kesehatan terhadap 20 peserta menunjukkan adanya penurunan rerata gula darah sewaktu dari 111,4 mg/dL menjadi 106,75 mg/dL, serta penurunan tekanan darah dari 118,6 mmHg menjadi 115,2 mmHg setelah intervensi. Nilai-nilai tersebut menandakan adanya dampak positif kegiatan terhadap kontrol glukosa dan stabilitas kardiovaskular peserta. Profil peserta didominasi oleh usia dewasa dan pra-lansia, dengan rata-rata usia 42,8 tahun. Peserta memiliki rata-rata denyut nadi normal (83,85 kali/menit), IMT sekitar 23,8 kg/m², dan variasi kadar gula darah yang cukup lebar. Edukasi dan latihan fisik terstruktur berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan dan praktik pengelolaan diabetes mellitus secara mandiri. Secara keseluruhan, program GEMAS DM berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola kondisi diabetes.</em> <em>Intervensi kolaboratif lintas profesi terbukti efektif dan dapat dijadikan model untuk kegiatan edukasi kesehatan di tingkat komunitas.</em><em> Rekomendasi dari kegiatan ini diharapakan puskesmas dapat menerapkan kegiatan ini di layanan dasar seperti posbindu.</em></p>Ade Irma NahdliyyahAgung HermawanMahfur MahfurNunung HasanahSiti SaarahSeptiana ArifadhiDoni Darmawan
Copyright (c) 2026 Ade Irma Nahdliyyah, Agung Hermawan, Mahfur Mahfur, Nunung Hasanah, Siti Saarah, Septiana Arifadhi, Doni Darmawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010234935810.37729/abdimas.v10i2.7358Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Jawa Melalui Pembelajaran Tembang Macapat Berbasis Deep Learning
https://jurnal.umpwr.ac.id/abdimas/article/view/7364
<p><em>Pembelajaran tembang macapat di tingkat SMP menghadapi kendala serius terkait kompetensi guru dalam aspek pedagogik, praktik nembang, dan asesmen autentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan inovasi pembelajaran tembang macapat yang mengadopsi pendekatan deep learning dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru bahasa Jawa SMP di kota Semarang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 39 guru bahasa Jawa SMP negeri dan swasta di Kota Semarang yang mengikuti pelatihan selama dua hari pada 11-12 Desember 2025 di SMP Negeri 5 Semarang. Materi pelatihan mencakup hakikat tembang macapat sebagai kekayaan budaya, teknik merancang pembelajaran inovatif adaptif terhadap generasi Z, praktik melantunkan tembang, dan penilaian autentik. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan efektif meningkatkan pemahaman guru tentang nilai filosofis tembang macapat, kemampuan merancang modul ajar inovatif, keterampilan praktik nembang, dan kompetensi penyusunan instrumen asesmen autentik. Pendekatan deep learning yang menekankan pengalaman belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan terbukti mendorong partisipasi aktif, meningkatkan motivasi, dan menguatkan kepercayaan diri guru dalam mengajar tembang macapat. Pelatihan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran muatan lokal bahasa Jawa sekaligus pelestarian budaya Jawa di lingkungan pendidikan formal. Rekomendasi tindak lanjut mencakup perlunya monitoring implementasi jangka panjang, pengembangan komunitas praktik guru bahasa Jawa, serta replikasi pelatihan serupa di daerah lain untuk memperluas dampak pelestarian budaya Jawa secara berkelanjutan.</em></p>Alfiah AlfiahBambang SulanjariSuyitno SuyitnoNgatmini NgatminiKatarina DupitasariAmalia RahmaYuli Widiyono
Copyright (c) 2026 Alfiah Alfiah, Bambang Sulanjari, Suyitno Suyitno, Ngatmini Ngatmini, Katarina Dupitasari, Amalia Rahma, Yuli Widiyono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-3010235937110.37729/abdimas.v10i2.7364