BAHTERA REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL SANG MAHA SENTANA KARYA FILIANA NUR: KAJIAN SASTRA FEMINIS ALLAN G. JOHNSON
REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL SANG MAHA SENTANA KARYA FILIANA NUR: KAJIAN SASTRA FEMINIS ALLAN G. JOHNSON
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis representasi budaya patriarki dalam novel Sang Maha Sentana karya Filiana Nur dengan menggunakan kerangka kajian sastra feminis Allan G. Johnson. Sistem patriarki dalam novel tersebut tergambar melalui struktur kekuasaan laki-laki sebagai pemegang otoritas utama, baik dalam ranah domestik keluarga Aptodarmo maupun sosial masyarakat Jawa kolonial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Sumber data primer adalah novel Sang Maha Sentana (2022) karya Filiana Nur, sedangkan sumber data sekunder meliputi jurnal ilmiah terindeks SINTA dan Scopus serta buku akademik relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Sang Maha Sentana merepresentasikan tiga aspek utama patriarki menurut Johnson: (1) dominasi laki-laki (male dominated) yang terwujud melalui kuasa tokoh Kangmas Dewa dan figur ayah dalam menentukan nasib tokoh-tokoh perempuan; (2) identifikasi laki-laki (male identified) sebagai standar norma sosial yang menempatkan perempuan termasuk Lembah dan Saraswati pada posisi subordinat berdasarkan status kasta dan moralitas yang dikonstruksi laki-laki; dan (3) keterpusatan pada laki-laki (male centered) yang mendefinisikan eksistensi perempuan secara relasional dan membatasi otonomi mereka. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa novel Sang Maha Sentana secara konsisten merepresentasikan sistem patriarki sebagai struktur hegemonik yang mengekang tokoh perempuan, sekaligus menyiratkan kesadaran kritis pengarang terhadap ketidakadilan gender.
Kata kunci: patriarki; sastra feminis; novel; Allan G. Johnson; dominasi laki-laki

