Integrasi Model Krasa Bungah dalam Pemanfaatan Maggot Berbasis Limbah Organik Domestik untuk Produksi Telur Ayam Bernilai Ekonomi
Abstract
Permasalahan limbah organik domestik dan tingginya biaya pakan ternak menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan usaha peternakan berbasis masyarakat. Penelitian/pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep Krasa Bungah serta efektivitas pemanfaatan limbah organik domestik sebagai media budidaya larva Hermetia illucens dalam menghasilkan biomassa maggot berkualitas sebagai pakan ternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan limbah, budidaya maggot, dan pemanfaatannya sebagai pakan ayam petelur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep Krasa Bungah mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah serta menciptakan nilai tambah ekonomi. Selain itu, pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya maggot terbukti efektif dalam menghasilkan biomassa berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan efisiensi biaya pakan dan kualitas produk ternak. Dengan demikian, integrasi model ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
References
Aqilla, H. R., Latif, H., & Daud, M. (2021). Pengaruh Penggunaan Tepung Maggot (Hermetia illucens) dan Sprouted Fodeer for Chicken (SF2C) Dalam Pakan Fermentasi Terhadap Produksi dan Kualitas Telur Ayam Hibrida. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(3), 79-87.
Diener, S., Zurbrügg, C., & Tockner, K. (2011). Conversion of organic material by Hermetia illucens larvae: Establishing optimal feeding rates. Waste Management & Research, 29(1), 1–7. https://doi.org/10.1177/0734242X10396757
Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The circular economy: A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768.
Gunawan, A. (2019). Kualitas organoleptik telur itik yang diberi pakan maggot hidup (Hermetia illucens). AL-ULUM: Jurnal Sains dan Teknologi, 5(1), 1–5.
Kaza, S., Yao, L., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2018). What a waste 2.0: A global snapshot of solid waste management to 2050. World Bank.
Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2017). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, Conservation and Recycling, 127, 221–232.
Makkar, H. P. S., Tran, G., Heuzé, V., & Ankers, P. (2014). State-of-the-art on use of insects as animal feed. Animal Feed Science and Technology, 197, 1–33. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2014.07.008
Pramathitya, R. F., Arief, H., & Kuswaryan, S. (2025). Efek Substitusi Pakan Alternatif Maggot terhadap Produksi dan Pendapatan Usaha Ayam Petelur. SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural), 6(2), 685-694.
Purwono, P., & N. L. Rahayu. (2025). Krasa Bungah sebagai inovasi pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Jurnal Ilmiah Ekonomi Terpadu (JIMETERA), 5(2), 105–111.
Putra, A. W., Fauziah, F. A., Widyaputri, T., Widigdyo, A., & Purnomo, P. (2023). Pengaruh Penambahan Variasi Kombinasi Tepung Maggot (Hermetia illucens) Pada Campuran Pakan Terhadap Kadar Glukosa dan Asam Urat Ayam Petelur. TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production, 24(2), 59-70.
Sumiati, S., Purnamasari, D. K., Erwan, E., Syamsuhaidi, S., Wiryawan, K. G., Rizki, A. N. A., & Isnaini, M. (2022). Penggunaan Maggot (Hermetiaillucens) Dalam Pakan Ayam Ras Petelur. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 8(1), 87-96.

