https://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/issue/feedBagelen Community Service2026-06-20T19:00:15+07:00Septi Indrawatibagelen@umpwr.ac.idOpen Journal Systems<p>Title : <strong>Bagelen Community Service<br></strong>Abbreviation : BCS <br>DOI Prefix : <a id="pub-id::doi" href="https://doi.org/10.37729/radiasi.v12i2">10.37729/</a>bcs ISSN : <a title="e-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1466653736" target="_blank" rel="noopener">3026-0027</a>(e), <a title="p-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1466653736" target="_blank" rel="noopener">XXXX-XXXX</a>(p) <br>Type of review : Single Blind <br>Frequency : Thrice a year (January, May, and August) <br>Editor in Chief : Budi Setiawan <br>Managing Editor : Septi Indrawati<br>Indexing : Click here<br>Focus & Scope : Click here</p>https://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/article/view/7688Penguatan Pemasaran Beras Organik dan Olahannya melalui Pendampingan Desain Label Kemasan pada Kelompok Tani Ngudi Makmur di Kabupaten Sleman2026-06-20T16:59:16+07:00Sugiyarto Sugiyartosugiyarto.pnugm@ugm.ac.idLestari Rahayu Waluyatisugiyarto.pnugm@ugm.ac.idFebri Irawan Rezasugiyarto.pnugm@ugm.ac.idDian Rahmanisasugiyarto.pnugm@ugm.ac.idNadia Amelia Purnamasugiyarto.pnugm@ugm.ac.idSekar Ayu Nanda Gustisugiyarto.pnugm@ugm.ac.idSatya Mahardika Dwi Agustasugiyarto.pnugm@ugm.ac.id<p>Kelompok Tani Ngudi Makmur di Dusun Prumpung, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman merupakan salah satu kelompok tani yang mengembangkan beras organik dan telah memperoleh sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS). Produk beras organik yang dihasilkan memiliki potensi pasar yang cukup besar seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat dan berkembangnya permintaan bahan pangan berkualitas di wilayah Yogyakarta. Namun demikian, pemasaran produk beras organik dan olahan beras organik masih menghadapi kendala, terutama pada aspek kemasan, identitas produk, dan media promosi. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi, pembentuk citra merek, dan sarana untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari Proyek Desa Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Tujuan kegiatan ini adalah mendampingi Kelompok Tani Ngudi Makmur dan UMKM olahan beras organik dalam memperkuat pemasaran melalui diskusi kelembagaan, FGD, serta pembuatan desain kemasan beras organik dan produk olahan berupa lempeng gendar. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, diskusi dengan pengurus kelompok tani, FGD dengan anggota kelompok tani dan UMKM, perancangan desain kemasan, serta eval_uasi dan penyerahan hasil desain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu membantu mitra memperkuat identitas produk, memperbaiki tampilan kemasan, melengkapi informasi produk, serta menyediakan media promosi digital yang lebih menarik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan pemasaran bersama produk beras organik dan olahannya secara lebih profesional dan berkelanjutan.</p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bagelen Community Servicehttps://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/article/view/7504Model Resolusi Konflik: Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi Melalui Mediasi sebagai Upaya Mewujudkan Masyarakat Paham Hukum2026-06-20T16:59:26+07:00Galih Bagas Soesilogalihbagas@umpwr.ac.idSapardiyono Sapardiyonogalihbagas@umpwr.ac.idMuh. Alfiangalihbagas@umpwr.ac.idAgus Budi Santosogalihbagas@umpwr.ac.idNoor Fadhilla Sukmagalihbagas@umpwr.ac.id<p>Proses penyelesaian sengketa di masyarakat pada umumnya diawali melalui mekanisme mediasi non-litigasi, yaitu dengan melibatkan pihak ketiga yang bersifat netral sebagai mediator, khususnya untuk perkara yang relatif ringan dan belum termasuk dalam suatu kategori tindak pidana berat. Namun, seiring dengan meningkatnya kompleksitas permasalahan hukum, tidak semua sengketa dapat diselesaikan melalui mekanisme tersebut, terutama apabila telah memasuki ranah hukum pidana. Selain itu, kekeliruan dalam menentukan jalur penyelesaian serta tidak adanya bukti tertulis atas kesepakatan damai yang dicapai sering kali menjadi penyebab munculnya kembali konflik di kemudian hari. Adanya kegiatan penyuluhan hukum melalui pelaksanaan pengandian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyelesaian sengketa yang tepat, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan hukum melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Agustus 2025 di Desa Jenar Wetan, Purworejo, bekerja sama dengan mahasiswa KKN Tematik 2025 Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Purworejo. Materi yang disampaikan kepada masyarakat septempat meliputi konsep mediasi, peran mediator, prinsip musyawarah mufakat, serta batasan penerapan mediasi dalam penyelesaian permasalahan hukum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya memilih mekanisme penyelesaian sengketa yang tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang sadar hukum dan mampu menyelesaikan konflik secara efektif.</p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bagelen Community Servicehttps://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/article/view/7673Pengenalan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Sebagai Sarana Preventif Konflik Keluarga2026-06-20T16:59:59+07:00Sheila Kusuma Wardanisheilakusuma@uin-malang.ac.idNurul Khotimahnurulimah88888@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisa sosial, namun dinamika kehidupan modern sering memicu konflik keluarga, seperti masalah komunikasi, pengasuhan anak, dan hubungan suami istri. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hadir sebagai sarana preventif melalui layanan edukasi, konseling, dan pendampingan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran dan fungsi PUSPAGA dalam mencegah konflik keluarga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan secara partisipatif di Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pencegahan konflik keluarga serta pemanfaatan layanan PUSPAGA sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis.</p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bagelen Community Servicehttps://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/article/view/7559Integrasi Model Krasa Bungah dalam Pemanfaatan Maggot Berbasis Limbah Organik Domestik untuk Produksi Telur Ayam Bernilai Ekonomi2026-06-20T17:47:12+07:00Nur Laila Rahayunurlailarahayu@gmail.comPurnomo Purnomonurlailarahayu@gmail.com<p>Permasalahan limbah organik domestik dan tingginya biaya pakan ternak menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan usaha peternakan berbasis masyarakat. Penelitian/pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep <em>Krasa Bungah</em> serta efektivitas pemanfaatan limbah organik domestik sebagai media budidaya larva Hermetia illucens dalam menghasilkan biomassa maggot berkualitas sebagai pakan ternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan limbah, budidaya maggot, dan pemanfaatannya sebagai pakan ayam petelur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep <em>Krasa Bungah</em> mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah serta menciptakan nilai tambah ekonomi. Selain itu, pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya maggot terbukti efektif dalam menghasilkan biomassa berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan efisiensi biaya pakan dan kualitas produk ternak. Dengan demikian, integrasi model ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>2026-06-20T17:47:09+07:00Copyright (c) 2026 Bagelen Community Servicehttps://jurnal.umpwr.ac.id/bcs/article/view/7490Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Digital dan Alat Peraga Berbasis Steam Terintegrasi Deep Learning2026-06-20T19:00:15+07:00Nur Ngazizahngazizah@umpwr.ac.idSuyoto Suyotosuyoto.ump@gmail.comNova Puspita Saringazizah@umpwr.ac.idTriana Zahrohngazizah@umpwr.ac.idKhoirisa Nur Ainingazizah@umpwr.ac.idErika Safitringazizah@umpwr.ac.id<p>Kegiatan pendampingan pengembangan bahan ajar digital dan alat peraga berbasis STEAM terintegrasi <em>Deep Learning</em> di SD Muhammadiyah Kutoarjo dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dan pendekatan ilmiah ke dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang bahan ajar digital dan alat peraga yang kreatif, kontekstual, serta sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Metode kegiatan menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa guru mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mampu mengembangkan ensiklopedia digital, multimedia interaktif dengan fitur navigasi dan Augmented Reality (AR), alat peraga STEAMplikit, dan E-LKPD digital. Produk yang dihasilkan dinilai aplikatif dan menarik untuk meningkatkan keterlibatan belajar siswa. Kegiatan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan pedagogik, berpikir kritis, dan kreativitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dan STEAM. Direkomendasikan agar kegiatan pendampingan serupa dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar.</p>2026-06-20T18:56:43+07:00Copyright (c) 2026 Bagelen Community Service