Jurnal Gerakan Mengabdi untuk Negeri https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari <p>DOI Prefix&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;:10.37729/gemari<br>ISSN&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: <a title="e-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231212570835930" target="_blank" rel="noopener">3031-5964</a>&nbsp;(e)<br>Type of review&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; :Single Blind<br>Frequency&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Quarterly (January, June, and November)<br>Editor in Chief&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=GVyxxRQAAAAJ&amp;hl=en&amp;oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Dr. Eko Setyadi Kurniawan, M.Pd.Si.</a><br>Indexing&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Click&nbsp;here<br>Focus &amp; Scope&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Click here</p> en-US gemari@umpwr.ac.id (Eko Setyadi Kurniawan) Sun, 25 Jan 2026 17:54:10 +0700 OJS 3.1.2.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pendampingan Penyusunan dan Pengembangan Asesmen Pembelajaran Berorientasi Deep Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Menengah Kejuruan https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7394 <p><em>Kebijakan Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran bermakna, diferensiasi, dan asesmen autentik sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi. Namun, praktik asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih dominan bersifat faktual dan prosedural sehingga belum sepenuhnya mengungkap keterampilan berpikir tingkat tinggi, kemampuan reflektif, dan kinerja tugas kompleks lintas kompetensi. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas guru dalam merancang asesmen berorientasi pembelajaran mendalam (deep learning). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK dalam menyusun dan mengembangkan asesmen berbasis deep learning. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, workshop, praktik langsung, pendampingan intensif, serta refleksi bersama. Mitra kegiatan adalah SMK Negeri 7 Purworejo, dengan dukungan guru peserta dan fasilitasi dari LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru. Rata-rata skor pre-test sebesar 57,5 meningkat menjadi 82,8 pada post-test, dengan capaian pada aspek pemahaman konsep, perancangan asesmen HOTS, pengembangan asesmen autentik, penyusunan rubrik analitik, implementasi asesmen di kelas, serta refleksi asesmen. Guru lebih percaya diri dan terampil dalam menyusun instrumen asesmen yang kontekstual, reflektif, dan sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Pendampingan berbasis praktik langsung dan kolaboratif efektif menjembatani kesenjangan antara kebijakan kurikulum dan praktik asesmen di lapangan. Rekomendasi yang diajukan meliputi integrasi asesmen mendalam secara konsisten dalam pembelajaran, dukungan berkelanjutan dari sekolah dan pemerintah, serta penelitian lanjutan untuk mengembangkan model asesmen inovatif yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif siswa vokasi.</em></p> Eko Setyadi Kurniawan, Dwi Jatmoko Copyright (c) 2026 Eko Setyadi Kurniawan, Dwi Jatmoko https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7394 Sun, 25 Jan 2026 17:41:01 +0700 Pelatihan Pembuatan Hantaran Sebagai Upaya Pemberdayaan Warga Desa Triwarno Dalam Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7440 <p><em>Tradisi seserahan dalam masyarakat Jawa memiliki makna simbolis yang kuat, namun keterampilan masyarakat desa dalam mengemas dan menghias hantaran masih terbatas sehingga hasil karya cenderung sederhana dan kurang bernilai estetika. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas ibu-ibu PKK desa Triwarno sekaligus memperkenalkan strategi pemasaran digital untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, demonstrasi teknik dasar pembuatan hantaran, praktik berkelompok dengan pendampingan mahasiswa KKN, serta monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah ibu-ibu PKK desa Triwarno yang berjumlah sekitar 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan: keterampilan teknis peserta meningkat dari skor 50%, sedangkan kreativitas meningkat dari 27% dari peserta yang mampu menghasilkan variasi bentuk hantaran dengan dekorasi kreatif. Pelatihan berbasis praktik langsung dan pendampingan kelompok kecil efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu-ibu PKK. Integrasi dengan pelatihan marketplace digital memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi, sehingga tradisi seserahan tidak hanya dilestarikan tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, serta dukungan kelembagaan agar keterampilan yang diperoleh dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa.</em></p> Zahra Sidi, Risa Agesta, Anisa Prilia Dewanti, Femi Clarissa Rahma, Alif Nur Hidayat, Rani Wahyuningsih, Ilham Aditia Subhi, Ranita Helvy Chandra, Vicky Agustin Surakhman, Hanan Muhammad Ihsan Copyright (c) 2026 Zahra Sidi, Risa Agesta, Anisa Prilia Dewanti, Femi Clarissa Rahma, Alif Nur Hidayat, Rani Wahyuningsih, Ilham Aditia Subhi, Ranita Helvy Chandra, Vicky Agustin Surakhman, Hanan Muhammad Ihsan https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7440 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700 Posyandu Remaja Sebagai Sarana Pendidikan Karakter dan Pencegahan Kenakalan Remaja di Desa Rebug https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7515 <p><em>Meningkatnya frekuensi kenakalan remaja telah mencapai titik mengkhawatirkan karena mulai merambah ke ranah kriminalitas dan tidak lagi terbatas pada wilayah kota maupun desa, akibat mudahnya akses informasi melalui telepon genggam. Berangkat dari kondisi tersebut, KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Rebug, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo dengan tujuan mencegah merebaknya kenakalan remaja melalui pengadaan </em><em>Posyandu Remaja</em><em> yang berfokus pada pendidikan karakter. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggandeng Polsek dan Koramil Kemiri, di mana program diisi dengan sosialisasi kenakalan remaja oleh Bhabinkamtibmas, wawasan kebangsaan oleh Babinsa, serta edukasi pencegahan perilaku NAKAL (Narkoba, Alkohol, Kekerasan, Asusila, dan Liar). Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosialisasi serta bertambahnya pemahaman mereka mengenai bahaya kenakalan remaja dan pentingnya nilai kebangsaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Posyandu Remaja dapat menjadi wadah efektif untuk membangun karakter remaja sekaligus mencegah perilaku menyimpang. Rekomendasi tindak lanjut adalah memperluas keterlibatan pihak lain, seperti bidan desa untuk memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, serta menjadikan </em><em>Posyandu Remaja</em><em> sebagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan kegiatan masyarakat desa.</em></p> Abdul Ngafif, Sukron Sukron, Istikomah Istikomah, Monika Herlambang, Duwik Istifani, Slamet Nur Hidayat, Rucy Bayu Sena, Pria Duta Pratama, Wulan Ayu Windawati, Nava Arlinda Yunior, Nurlia Rahmawati Copyright (c) 2026 Abdul Ngafif, Sukron Sukron, Istikomah Istikomah, Monika Herlambang, Duwik Istifani, Slamet Nur Hidayat, Rucy Bayu Sena, Pria Duta Pratama, Wulan Ayu Windawati, Nava Arlinda Yunior, Nurlia Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7515 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700 Developing Students' Mental Health Programs to Create School Well-being and Prevent Juvenile Delinquency https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7598 <p><em>The understanding of student’s mental health in schools is still limited.</em> <em>The main attention of schools and students tends to be more towards academic and non-academic achievements.</em> <em>Whereas when students are mentally health, they will be able to absorb lessons and understand it easily than those who are less mentally health.</em> <em>Schools and students also need to be aware of the negative impacts of juvenile delinquency behavior so they could prevent this behavior from occurring, both in school and society. </em><em>The importance of student mental health program is not only applicable in Indonesia, but also in other countries. Based on preliminary study conducted at schools in Thailand, information obtained that there was a feeling of pressure in carrying out activities at school and there was concern about juvenile delinquency behavior. This international community service activity was carried out to help overcome the problems faced by schools in Thailand. The development of student mental health programs in schools is important to create school well-being and prevent juvenile delinquency behavior. This community service activity was attended by 40 participants consisting of teachers and students from Sangkhom Islam Wittaya School Thailand. The community service activity programs were in the form of education on adolescent mental health programs and prevention of juvenile delinquency. The results of this activity showed that students increasingly understand the importance of developing things that can maintain their mental health. Teachers have knowledge about factors that could improve students' mental health and preventive efforts to prevent juvenile delinquency in schools.</em></p> Meriam Esterina, Ajeng Risnawati Sasmita, Rina Wijayanti Copyright (c) 2026 Meriam Esterina, Ajeng Risnawati Sasmita, Rina Wijayanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/gemari/article/view/7598 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700