PENGARUH MANIPULATOR TEKANAN BAHAN BAKAR MESIN DIESEL COMMON RAIL DITINJAU DARI KEBISINGAN & EMISI GAS BUANG

Authors

  • Ratna Monasari Teknik Otomotif Elektronik, Politeknik Negeri Malang
  • Nike Nur Farida Teknik Otomotif Elektronik, Politeknik Negeri Malang
  • Ahmad Hanif Firdaus Teknik Otomotif Elektronik, Politeknik Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.37729/autotech.v18i1.3077

Keywords:

common rail, diesel, emission, manipulator

Abstract

 

 Transportasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan peradaban manusia. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan hal ini juga berdampak pada meningkatnya polusi udara. Saat ini penggunaan motor diesel dari tahun ke tahun semakin meningkat. Selain memiliki banyak kelebihan, mesin diesel juga memiliki kekurangan yaitu suara dan tingkat kepekatan asap yang lebih tinggi dibandingkan dengan mesin bensin. Salah satu cara untuk mengurangi terjadinya berbagai macam pencemaran terutama pencemaran udara dan pencemaran yang berhubungan dengan tingkat kebisingan adalah dengan memasang manipulator pada sistem bahan bakar. Dengan cara ini diharapkan dapat mengubah masukan dari sensor agar dapat mengurangi atau menambah jumlah dan tekanan bahan bakar yang diinjeksikan sehingga dapat mengubah konsentrasi emisi gas buang dan tingkat kebisingan yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dari hasil penelitian tingkat kebisingan terendah pada bagian depan kendaraan sebesar 71 dB pada saat tegangan fuel pressure sensor diturunkan menjadi 0,2 V dari kondisi normal (1,08 V) pada 750 RPM (idle), sedangkan tingkat kebisingan terendah berada pada posisi bagian belakang kendaraan sebesar 69 dB saat tegangan fuel pressure sensor diturunkan menjadi 0,2 V dari normal pada 750 RPM. Dari data kebisingan dapat disimpulkan bahwa kebisingan di depan kendaraan lebih besar daripada di bagian belakang kendaraan. Hal ini terjadi karena bagian depan kendaraan paling dekat dengan mesin sehingga kebisingan yang terjadi lebih besar. Dari data densitas gas buang diperoleh presentase konsentrasi gas buang terendah sebesar 9,7% pada kondisi tegangan sensor tekanan bahan bakar diturunkan sebesar 0,2 V (1,08 V). Sedangkan densitas gas buang tertinggi sebesar 61,4% saat tekanan sensor bahan bakar dinaikkan sebesar 0,2 V (1,48 V). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tegangan tekanan bahan bakar maka densitas gas buang akan semakin tinggi (berbanding lurus). 

Downloads

Published

2023-01-10

Issue

Section

Articles