ANALISA PERUBAHAN RASIO KOMPRESI TERHADAP KINERJA MESIN 1 CYLINDER 4 TAK 155 CC
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan rasio kompresi terhadap kinerja mesin, khususnya dalam aspek daya, torsi, dan AFR (Air Fuel Ratio) pada mesin 1-silinder 4-tak berkapasitas 155 cc. Data dikumpulkan menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax yang dimodifikasi rasio kompresinya, dengan bahan bakar Pertamax RON 92. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kompresi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja mesin. Pada rasio kompresi 10,5:1, daya maksimum tercatat sebesar 12,5 Hp pada 5000 rpm, sementara torsi maksimum mencapai 25,87 Nm pada 2000 rpm. AFR pada daya maksimum tercatat sebesar 13,83, sedangkan pada torsi maksimum sebesar 16,91, menunjukkan campuran bahan bakar yang kaya pada daya maksimum dan cenderung miskin pada torsi maksimum. Penurunan rasio kompresi menjadi 9,5:1 mengakibatkan penurunan daya menjadi 11,7 Hp pada 5000 rpm dengan AFR sebesar 13,03, dan torsi turun menjadi 24,37 Nm pada 2000 rpm dengan AFR yang sama, yaitu 13,03. Sebaliknya, peningkatan rasio kompresi menjadi 11,5:1 menghasilkan daya maksimum sebesar 13 Hp dengan AFR sebesar 13,24 pada 4000 rpm, serta torsi maksimum mencapai 31,49 Nm pada 2000 rpm dengan AFR yang sama. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan rasio kompresi dapat meningkatkan efisiensi pembakaran, yang berdampak pada peningkatan daya dan torsi mesin. Namun, penurunan rasio kompresi cenderung menurunkan kinerja mesin. Oleh karena itu, perubahan rasio kompresi perlu disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan jenis bahan bakar untuk menghindari risiko kerusakan serta memastikan spesifikasi dan kinerja mesin optimal.
