Pemberdayaan Masyarakat Desa Tlogosono melalui Pengolahan Kripik Pongge
Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi, Kripik PonggeAbstract
Desa Tlogosono yang terletak di kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo merupakan salah satu desa penghasil durian dalam jumlah besar setiap tahunnya. Minimnya inovasi masyarakat terutama ibu-ibu PKK dalam memandang potensi buah durian membuat buah durian belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena masyarakat hanya fokus pada penjualan buah durian utuh, dimana hal tersebut mengarah pada daging durian saja. Masyarakat kurang memiliki kesadaran dengan seiring melimpahnya durian. Maka turut banyak pula sampah biji durian yang disumbangkan ke lingkungan. Padahal biji durian mengandung berbagai macam nutrisi, seperti protein, vitamin, karbohidrat, dan magnesium. Melihat kondisi tersebut, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan untuk menciptakan produk UMKM. Disisi lain juga dapat diasumsikan sebagai solusi untuk permasalahan limbah durian sehingga dilakukan pendampingan pemanfaatan limbah biji durian (pongge) menjadi kripik. Metode pelaksanaan yang dilakukan untuk menciptakan produk UMKM yaitu dengan mengadakan pemberdayaan kepada masyarakat setempat. Kegiatan pendampingan dan pelatihan kripik biji durian (pongge) dilaksanakan di Aula Balai Desa Tlogosono terlaksana dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
