Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
https://jurnal.umpwr.ac.id/jpse
<pre>Abbreviation :JPSE<br>DOI Prefix :https://doi.org/10.37729/jpse <br>ISSN :<a href="http://u.lipi.go.id/1450760082">2477-829X</a>(p), <a title="e-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1476710393">2541-4070</a>(e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency :Twice a year (June and December)<br>Editor in Chief :Sriyono<br>Managing Editor :Riawan Yudi Purwoko<br>Indexing :<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=7897">Click here</a><br>Focus & Scope :<a href="http://ejournal.umpwr.ac.id/index._php/surya/about/editorialPolicies#focusAndScope">Click here</a></pre>LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejoen-USJurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)2477-829X Kuis lisan sebagai strategi peningkatan ketrampilan argumentatif
https://jurnal.umpwr.ac.id/jpse/article/view/7182
<p>Salah satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan berargumentasi. Menggunakan tes lisan sebagai alat pembelajaran merupakan salah satu cara untuk membantu mahasiswa menjadi lebih mahir dalam berargumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa, khususnya dalam formulasi klaim, penyajian bukti, serta penalaran dan sanggahan. Penelitian tindakan kelas adalah jenis penelitian ini. Terdapat empat tahap dalam penelitian tindakan kelas: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) introspeksi. Delapan belas mahasiswa semester IV A menjadi subjek penelitian. Untuk mengumpulkan nama-nama mahasiswa semester IV A, instrumen penelitian ini adalah dokumentasi. Lembar observasi, yang terdiri dari komponen-komponen berikut: klaim, bukti, penalaran, kualifikasi, pendukung, dan sanggahan, berfungsi sebagai alat penelitian untuk mengukur kemampuan mahasiswa selama tes lisan. Ketika kuis digunakan, hasil observasi digunakan untuk menentukan metode analisis data untuk penelitian ini. Kesimpulan penelitiaan ini adalah kuis lisan terbukti efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan argumentatif mahasiswa. Ini terlihat dari peningkatan ketrampilan argumentasi dari siklus 1 yang memenuhi minimal 3 indikator sebanyak 56% meningkaat menjadi 94% pada siklus 2. Selain menumbuhkan keberanian berbicara, kuia lisan mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif. Penggunaan kuis lisan secara terstruktur dan konsisten dapat menjadi solusi bagi Dosen yang ingin meningkatkan ketraampilaan argumentatif mahasiswa dan kualitas diskusi di kelas.</p>Dita YuzianahIsnaeni MaryamNila Kurniasih
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
2025-12-312025-12-3111215616810.37729/jpse.v11i2.7182Pengaruh model Project Based Learning berbantuan media Assemblr Edu terhadap hasil belajar siswa SD
https://jurnal.umpwr.ac.id/jpse/article/view/6552
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan hasil belajar dalam pembelajaran Matematika. Kemampuan hasil belajar ini sangat penting karena untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar. Kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru mempengaruhi pemahaman siswa dalam pembelajaran. Melalui <em>Project Based Learning</em>, siswa tidak hanya belajar rumus atau konsep matematika secara terpisah, tetapi mereka diajak untuk mengaplikasikannya dalam proyek yang relevan dengan kehidupan mereka. Salah satu model yang mendukung pencapaian hasil belajar siswa adalah <em>Project Based Learning</em>, yang dapat dibantu dengan penggunaan media seperti <em>Assemblr Edu</em>. Dalam kenyataannya, masih banyak siswa yang masih rendah. Oleh karena itu, ketika mengajar guru perlu menerapkan model inovatif, salah satunya menggunakan model <em>Pro</em><em>ject</em><em> Based Learning</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penerapan model <em>P</em><em>roject</em><em> Based Learning</em> terhadap pemahaman kognitif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran tematik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen jenis Pre-Eksperimen dengan <em>One-Group</em> <em>Pretest-Posttest Design</em>. Penelitian ini berlokasi di SDN 022 Cicadas. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 022 Cicadas yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes. Instrumen penelitian menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal pilihan ganda sebanyak 15 soal. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dengan bantuan program <em>IBM Statistic SPSS 25</em>. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh hasil t<sub> ІhitungІ</sub> > t<sub>tabel</sub> t<sub> ІhitungІ</sub> (4,758 > 2,052) yang berarti H<sub>o</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model <em>P</em><em>roject </em><em> Based Learning</em> berpengaruh terhadap kemampuan hasil belajar V dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model <em>Project Based Learning</em> berbantuan media Assemblr Edu memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa, sehingga model ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah dasar.</p>Sania SantikaSunataNadira Nurwahida
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
2025-12-312025-12-3111216918010.37729/jpse.v11i2.6552Pendidikan demokrasi dan Islam: membangun generasi inklusif dan toleran ditengah tantangan global
https://jurnal.umpwr.ac.id/jpse/article/view/6053
<p>Penelitian ini membahas potensi mensinergikan demokrasi dan Islam dapat bekerja sama untuk membangun generasi yang inklusif dan toleran di tengah tantangan global. Metode utama yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode ini melibatkan tinjauan literatur yang digunakan untuk menilai literatur yang membahas bagaimana nilai-nilai Islam, seperti keadilan dan musyawarah, dan nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat dan kesetaraan, dapat bersatu dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini mendorong meningkatnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran serta memperkuat sikap toleransi budaya di kalangan peserta didik. Siswa cenderung lebih aktif menyampaikan pendapat, terlibat dalam diskusi, dan menunjukkan sikap terbuka terhadap perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan pandangan keagamaan. Penelitian ini juga mengungkap adanya tantangan dalam implementasi, khususnya terkait dengan kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sebagian guru, terutama yang tidak berlatar belakang teknologi informasi, masih mengalami keterbatasan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, keterlibatan guru dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat belum sepenuhnya optimal, sehingga memerlukan penguatan peran dan dukungan institusional. Dengan menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang didasarkan pada nilai Islam dan demokrasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan karakter siswa, penelitian ini memberikan kontribusi penting. Rekomendasi penting termasuk pengembangan kurikulum yang didasarkan pada nilai, pelatihan guru untuk menghadapi era digital, dan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Hasil ini memberi kita kerangka strategis yang berguna untuk menghadapi tantangan global dan membangun generasi yang ramah, toleran, dan adaptif. Penelitian ini unik karena menggunakan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan demokrasi sebagai nilai utama dengan Islam. Penelitian ini unik karena menggunakan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan demokrasi sebagai nilai utama dengan Islam.</p>NasrudinHermawan
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
2025-12-312025-12-3111218119210.37729/jpse.v11i2.6053Pengaruh model Problem Based Learning berbantuan aplikasi Assemblr Edu untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik Sekolah Dasar
https://jurnal.umpwr.ac.id/jpse/article/view/6551
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik di SDN Juntigirang 01. Diterapkannya model pembelajaran <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em> dengan peserta didik yang menggunakan model konvesional terhadap hasil belajar IPAS, perbedaan rata – rata hasil belajar IPAS peserta didik setelah menggunakan <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em>, peningkatan hasil belajar pembelajaran <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em>, dan pengaruh pembelajaran model <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em> untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu <em>quasi eksperiment</em> dengan <em>desain nonequivalent control group</em> dengan menggunakan model <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em> dan model konvesional yang berjalan sesuai dengan lembar observasi. Terdapat peningkatan hasil belajar IPAS yang menggunakan model pembelajaran <em>problem based learning</em> dengan peserta didik yang menggunakan model <em>konvesional</em>, dengan hasil <em>N- Gain</em> eksperimen 71 % kategori sedang, dan kontrol sebesar 49% kategori sedang. Pengaruh pada penggunaan model <em>problem based learning</em> berbantuan aplikasi <em>assemblr edu</em> dengan nilai 0,661 dalam uji <em>effect size</em> dengan kategori sedang. Penelitian menyimpulkan bahwa model Promblem Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar IPAS, khususnya pada materi organ pernapasan pada manusia ddengan memfasilitasi peserta didik untuk bekerja secara kolaboratif dalam memecahkan masalah yang kontekstual.</p>Widi Tri Ayu RejekiYusuf IbrahimSiti Sholiha Nurfaidah
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
2025-12-312025-12-3111219320810.37729/jpse.v11i2.6551