Journal of Psychosociopreneur https://jurnal.umpwr.ac.id/jpsh <pre>Abbreviation :jpsp<br>DOI Prefix :10.37729/jpsp<br>ISSN :3026-0485(e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency :Twice a year (February and October)<br>Editor in Chief :Wanodya Kusumastuti, M.Psi.,Psikolog<br>Managing Editor :Dr. Eko Harianto, M.S.I.<br>Indexing :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/intek/indexing">Click&nbsp;here</a><br>Focus &amp; Scope :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/intek/scopes">Click here</a></pre> Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Purworejo en-US Journal of Psychosociopreneur 3026-0485 Pendidikan Health Belief Model dan Precede Proceed Terhadap Sikap Kepatuhan Masyarakat Dalam Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 https://jurnal.umpwr.ac.id/jpsh/article/view/7398 <p><em>Program vaksinasi covid menjadi program pemerintah Indonesia selama kurang lebih 15 bulan (Januari 2021- Maret 2022) untuk membentuk herd immunity sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik di era new normal. Program vaksinasi covid yang dilaksanakan pemerintah sudah menyasar masyarakat antara lain lansia, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Namun masih banyak masyarakat yang menolak atau ragu diberikan vaksin covid, salah satunya karena kurangnya informasi pentingnya vaksin. Berdasarkan fenomena tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah memberikan psikoedukasi atau penyuluhan kepada masyarakat terkait keyakinan hidup sehat (health belief model) dan PRECEDE (Predisposing, Reinforcing, and Enabling Causes in Educational Diagnosis and eval_uation). Partisipan penelitian adalah masyarakat desa Kaligono terutama ibu-ibu PKK yang belum mendapatkan vaksinasi covid dan sebagian besar dari anggota PKK yang berusia diatas 50 tahun menolak mengikuti vaksinasi covid. Penelitian ini memberikan pendidikan health belief model dan PRECEDE PROCEED kepada partisipan untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai vaksin covid sehingga akan meningkatkan kepatuhan masyarakat mengikuti vaksinasi covid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan one group posttest design untuk mengukur hasil program pendidikan terhadap perilaku kepatuhan warga mengikuti program vaksinasi covid. Peneliti mengukur keberhasilan program pendidikan dengan memberikan skala health belief model dan skala sikap kepatuhan serta menganalisisnya menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai t 4.881 dan nilai sig. 0.000. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan health belief model dan PRECEDE PROCEED memberikan pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap sikap kepatuhan masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi covid</em></p> Wanodya Kusumastuti Widyaning Hapsari Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneur 2026-02-05 2026-02-05 4 4 302 311 10.37729/jpsh.v4i4.7398 A Scoping Reviiew: Konsep dan Aplikasi Psikoterapi Profetik sebagai Islamic Helping Relationship https://jurnal.umpwr.ac.id/jpsh/article/view/7397 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep psikoterapi profetik yang menjadi suatu bagian psikoterapi Islam. Model psikoterapi Islam saat ini sudah banyak berkembang dan memberikan efektivitas yang positif untuk mengatasi beragam permasalahan umat manusia. Salah satu jenis kajian psikoterapi Islam yaitu psikoterapi profetik. Kajian mengenai psikoterapi profetik masih terbatas, sehingga implementasi dalam praktik psikoterapi juga belum dapat dirasakan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk membahas kajian psikoterapi profetik dari beragam sumber sehingga dapat menjadi acuan pengembangan bidang kajian psikoterapi pofetik yang dapat dimanfaatkan oleh banyak kalangan. Penelitian ini mengumpulkan beragam sumber literatur yang relevan dengan media pencarian dari platform digital. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan PRIMA flowchart dan Charting data sehingga dapat menggambarkan konsep dan kajian psikoterapi profetik yang utuh. Secara lebih spesifik, kajian ini akan membahas mengenai kajian psikoterapi profetik sebagai salah satu metode Islamic helping relationship. Teknik sampling literature yang digunakan yaitu menggunakan scoping review yaitu mengkategorisasikan artikel-artikel yang relevan, membuat peta konsep serta menganalisis hasil review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep psikologi Islam cakupannya luas, tidak hanya dalam konteks psikoterapi namun juga konseling. Konseling dan psikoterapi profetik memiliki prinsip dasar dalam aplikasi intervensinya yaitu tilawah, tazkiyah, ta’lim, uswah hasanah dan penyadaran. Prinsip dasar tersebut dapat diaplikasikan individu sehingga dapat meningkatkan keimanan, kesadaran moral, kesejahteraan psikologis serta menjadi pribadi yang utuh serta memiliki kepasrahan kepada Allah SWT.</em></p> Wanodya Kusumastuti Nasrudin Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneur 2026-02-05 2026-02-05 4 4 312 320 10.37729/jpsh.v4i4.7397 Pengembangan Model Konseling Kelompok Tazkiyatun Nafs Dalam Menangani Dampak Psikologis Pada Siswa Korban Bullying https://jurnal.umpwr.ac.id/jpsh/article/view/7395 <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus bullying di sekolah yang terus meningkat. Selain upaya preventif, perlu adanya upaya kuratif untuk menangani gangguan psikologis yang dialami siswa. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian pengembangan dari model intervensi Islam. Model konseling kelompok tazkiyatun nafs memiliki dimensi vertical (teistik) yang menerapkan nilai-nilai tazkiyatun nafs sebagai acuan dalam mengubah pikiran, perasaan dan perilaku belajar. Pengembangan metode dilakukan dengan menggabungkan konsep tazkiyatun nafs dalam wadah konseling kelompok berbasis teori behavioristik. Berdasarkan penelitian tahap 1, beberapa catatan validator untuk memperbaiki layout dan substansi dari modul telah dilakukan. Selanjutnya, berdasarkan data uji skala kecil / terbatas pada siswa yang menjadi korban bullying data interpretasi HRSD menunjukkan bahwa 50% siswa mengalami gejala depresi ringan ditunjukkan dengan gangguan tidur, konsentrasi dan gangguan sosial. Setelah mendapatkan konseling kelompok tahap 1 dan diukur kembali, sudah ada penurunan skor HRSD, namun kategori depresi masih pada rentang yang sama. Dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok tahap 1 belum memberikan pengaruh dan perubahan yang signifikan terhadap kondisi psikologis responden. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilanjutkan melalui penelitian lanjutan tahap 2 yang meliputi uji coba modul skala luas dan diseminasi hasil.</em></p> Itsna Rokhmatin Wanodya Kusumastuti Widyaning Hapsari Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneur 2026-02-05 2026-02-05 4 4 321 328 10.37729/jpsh.v4i4.7395 Dinamika Psikologis Penerimaan Diri pada Orang dengan HIV/AIDS https://jurnal.umpwr.ac.id/jpsh/article/view/7378 <table width="469"> <tbody> <tr> <td width="461"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penerimaan diri pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas dua orang ODHA yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri pada ODHA merupakan proses yang bersifat dinamis dan bertahap, tidak berlangsung secara linear, serta dipengaruhi oleh pengalaman personal, kondisi emosional, dan respons lingkungan sosial. Pada tahap awal, informan menunjukkan reaksi emosional berupa penolakan, kesedihan, kemarahan, dan keputusasaan terhadap diagnosis HIV/AIDS. Seiring waktu, informan mulai mampu mengelola emosi, mengurangi kecenderungan menyalahkan diri, serta menerima kondisi diri secara lebih adaptif. Dukungan sosial, khususnya dari keluarga, serta religiusitas berperan sebagai faktor protektif yang memperkuat proses penerimaan diri. Meskipun demikian, stigma sosial tetap menjadi tantangan yang memengaruhi keterbukaan dan interaksi sosial informan. Penerimaan diri yang baik berkontribusi pada peningkatan resiliensi, kesehatan mental, dan kualitas hidup ODHA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan intervensi psikososial yang berfokus pada penguatan penerimaan diri pada ODHA.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Bagas Rizkyta Putra Wanodya Kusumastuti Meriam Esterina Copyright (c) 2025 Journal of Psychosociopreneur 2026-02-05 2026-02-05 4 4 329 335 10.37729/jpsh.v4i4.7378