Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama
<pre>Title :Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan<br>Abbreviation :SA<br>DOI Prefix :10.37729/sa<br>ISSN :<a href="http://u.lipi.go.id/1438950050" target="_blank" rel="noopener">2252-990X</a> (p), <a href="http://u.lipi.go.id/1489475379" target="_blank" rel="noopener">2598-6082</a> (e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency :Twice a year (Maret & September)<br>Editor in Chief :Roisu Eny Mudawaroch<br>Managing Editor :Dyah Panuntun Utami<br>Indexing :<a href="https://scholar.google.com/citations?user=1i2j3aIAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener">Click here</a><br>Focus & Scope :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index.php/suryaagritama/scopes" target="_blank" rel="noopener">Click here</a></pre>Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejoen-USSurya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan2252-990XAnalisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha Tani Kopi di Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/2363
<p>Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Jenis kopi yang banyak diusahakan di Kabupaten Jember adalah jenis kopi robusta. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menghitung keuntungan produksi usahatani kopi, (2) untuk menganalisis tingkat efisiensi biaya produksi usahatani kopi, (3) untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kopi, (4) untuk mengetahui strategi usahatani kopi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan survey. Pengambilan sampel menggunakan total sampling atau sampling jenuh. Analisis data menggunakan (1) analisis keuntungan, (2) analisis efisiensi biaya, (3) analisis cobb-douglass, (4) analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) usahatani kopi menguntungkan, sebesar Rp. 1.380.986/ha/tahun. (2) penggunaan biaya pada usahatani kopi sudah efisien dengan nilai R/C 1,1 (3) Faktor-faktor produksi yang berpengaruh signifikan pada usahatani kopi terdiri atas luas lahan dan jumlah tanaman, (4) strategi yang tepat dalam upaya pengembangan adalah strategi <em>Strengths </em>– <em>Threats </em>(ST). Dengan program sebagai berikut: (i) Meningkatkan kualitas kopi agar lebih baik dari kopi daerah lain, (ii) Memperdayakan modal yang dimiliki petani dalam budidaya kopi yang baik bagi petani</p>Alandi MursalinFefi Nurdiana WidjayantiNurul Fathiyah Fauzi
Copyright (c) 2025 Alandi Mursalin, Fefi Nurdiana Widjayanti, Nurul Fathiyah Fauzi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014217418810.37729/suryaagritama.v14i2.2363Analisis Keuntungan Agroindustri Tahu di Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/2516
<p>Agroindustri tahu adalah industri pengolahan dengan bahan baku utama kedelai yang memiliki peluang bisnis yang bagus jika dikembangkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat keuntungan agroindustri tahu, (2) mengetahui tingkat efisiensi biaya agroindustri tahu, (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi tahu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (<em>purposive method</em>) yaitu di Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif. Untuk pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan <em>purposive</em> dengan jumlah responden 52 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) analisis teori keuntungan, (2) analisis teori efisiensi biaya, (3) <em>analisis Cobb-Douglas. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata keuntungan yang diperoleh agroindustri tahu adalah sebesar Rp 762.138/100kg pada kondisi harga bahan baku normal dan sebesar Rp 321.032/100kg pada kondisi harga bahan baku naik, (2) agroindustri tahu sudah efisien dalam penggunaan biaya dengan nilai R/C-ratio sebesar 1,38 pada kondisi harga bahan baku normal dan 1,12 pada kondisi harga bahan baku naik, (3) faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi yaitu jumlah kedelai, sedangkan pada faktor yang mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan yaitu harga bahan baku normal, harga bonggol jagung dan harga kayu bakar, sedangkan faktor yang mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan yaitu harga bahan baku naik, jumlah bonggol jagung, jumlah kayu bakar, harga serbuk kayu dan jumlah serbuk kayu.</p>Silvia SilviaFefi Nurdiana WidjayantiNurul Fathiyah Fauzi
Copyright (c) 2025 Silvia Silvia, Fefi Nurdiana Widjayanti, Nurul Fathiyah Fauzi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014218920210.37729/suryaagritama.v14i2.2516Hubungan Atribut Produk Minuman Tradisional Instan Temulawak Rempah Madu Dengan Kepuasan Konsumen (Studi Kasus di Omah Kelor Desa Jladri Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen)
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/6856
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karateristik konsumen minuman tradisional instan temulawak, (2) atribut minuman, dan (3) hubungan atribut minuman tradisional instan temulawak rempah madu yang diproduksi Omah Kelor dengan kepuasan konsumen. Desain penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel penelitian ini konsumen yang membeli dan mengkonsumsi minuman tradisional instan temulawak rempah madu, yang diambil dengan <em>purposive sampling</em> dan pengambilan sampel secara <em>Convenience Sampling</em>, sehingga diperoleh 97 orang. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif, analisis deskriptif, korelasi <em>Rank Spearman</em>, uji hipotesis koefisien korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) karateristik konsumen dalam kategori perempuan dengan usia 26-45 tahun berendidikan SMA/ SMK, pekerjaan sebagai karyawan/pegawai, dengan pendapatan satu juta hingga tiga juta rupiah. Alasan mengkonsumi minuman tradisional dua hingga tiga kali dalam seminggu. (2) atribut minuman tradisional instan temulawak rempah madu beserta kekuatan hubungan dengan kepuasan konsumen yaitu meliputi dimensi rasa (sedang), aroma (sedang), tekstur (kuat), warna (kuat), khasiat (sedang), keamanan (kuat). (3) terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara atribut produk minuman tradisional instan temulawak rempah madu yang diproduksi oleh Omah Kelor dengan kepuasan konsumen. Hal ini didukung oleh nilai koefisien korelasi <em>Rank </em><em>S</em><em>pearman</em> sebesar 0,723 yang termasuk dalam kategori kuat, serta hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai Z<sub>hitung</sub> lebih besar dari Z<sub>tabel</sub>,yang menandakan hubungan yang signifikan secara statistik.</p>Lutfi Yoga Muhammad LopaDyah Panuntun UtamiIstiqo Agus Wicaksono
Copyright (c) 2026 Lutfi Yoga Muhammad Lopa, Dyah Panuntun Utami, Istiqo Agus Wicaksono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014220321310.37729/suryaagritama.v14i2.6856Peran Penyuluh Pertanian Lapangan Dalam Meningkatkan Produksi Padi Varietas IR-64 (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Ngudi Lestari Desa Kuwukan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo)
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/6909
<p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik petani padi varietas IR64 di kelompok tani Ngudi Lestari desa Kuwukan kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo, 2) Mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan sebagai pembimbing petani, organisator dan dinamisator, serta sebagai penghubung antara peneliti dengan kelompok tani Ngudi Lestari desa Kuwukan kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo, 3) Mengetahui hubungan peran penyuluh pertanian lapangan terhadap peningkatan produksi padi varietas IR64 kelompok tani Ngudi Lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode <em>survey</em>. Pengambilan sampel petani menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 29 orang petani. Analisis data yang digunakan analisis korelasi <em>Rank Spearman</em> dan Skala Likert. Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa 1) karakteristik petani padi varietas IR64 kelompok tani Ngudi Lestari didasarkan atas beberapa identifikasi yaitu umur petani produktif usia tua, sebagian besar petani lulusan SMA, jenis kelamin didominasi laki-laki, memiliki pengalaman bertani kurang dari10 tahun, memiliki 1- 3 jumlah anggota keluarga, status lahan didominasi lahan sakap, dan luas lahan yang dimiliki masuk dalam kategori sempit, 2) peran penyuluh pertanian lapangan dalam meningkatkan produksi padi varietas IR64 kelompok tani Ngudi Lestari yaitu sebesar 45,82 masuk dalam kategori berperan, 3) peran penyuluh pertanian lapangan dalam meningkatkan produksi padi varietas IR-64 kelompok tani Ngudi Lestari diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian lapangan sebagai pembimbing petani diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,747 masuk kategori hubungan kuat.</p>Elysia NurcahyatiDidik WidiyantonoArta Kusumaningrum
Copyright (c) 2025 Elysia Nurcahyati, Didik Widiyantono, Arta Kusumaningrum
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014221422610.37729/suryaagritama.v14i2.6909Strategi Pengembangan Usaha Pembibitan Durian Montong di CV. Nusa Tani Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/7065
<p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui faktor internal apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan usaha pembibitan durian montong CV. Nusa Tani Purworejo. 2) Mengetahui faktor eksternal apa saja yang menjadi peluang dan ancaman usaha pembibitan durian montong CV. Nusa Tani Purworejo. 3) Mengetahui strategi yang dapat digunakan dalam mengembangkan usaha pembibitan durian montong CV. Nusa Tani Purworejo. 4) Menentukan prioritas strategi apa yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha pembibitan durian montong CV. Nusa Tani Purworejo. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif metode pendekatan studi kasus. Populasi penelitian produsen tanaman bibit buah dan menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>untuk menentukan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 5 orang, terdiri dari informan kunci, utama, dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi bibit bersertifikat, waktu pembibitan singkat, harga bibit kompetitif, daya adaptasi tinggi, hasil buah berkualitas, tidak adanya tenaga kerja pemeriksaan mutu, rentan hama penyakit, umur bibit pendek,keterbatasan benih. Faktor eksternal meliputi permintaan tinggi, kesadaran konsumen pada bibit bersertifikat, peluang kerja sama, potensi ekspansi ke lahan potensial, dukungan pemerintah, serangan hama penyakit, cuaca, keterbatasan benih unggul, persaingan metode lain, risiko kerusakan distribusi. Hasil alternatif strategi yaitu pemanfaatan sertifikasi dan kualitas bibit, peningkatan kemitraan, penguatan mutu bibit, optimalisasi kualitas bibit, penguatan distribusi dan pengemasan. Hasil skor tiga teratas prioritas strategi yaitu pemanfaatan sertifikasi dan kualitas bibit, penguatan mutu bibit, peningkatan kemitraan.</p>Tsania Nisa FuadiyahIsna WindaniUswatun Hasanah
Copyright (c) 2025 Tsania Nisa Fuadiyah, Isna Windani, Uswatun Hasanah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014222723910.37729/suryaagritama.v14i2.7065Nilai Tukar Cabai Rawit (Capsium Frustecens L) Sebagai Indikator Kesejahteraan Keluarga Petani di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
https://jurnal.umpwr.ac.id/suryaagritama/article/view/2364
<p>Cabai rawit merupakan salah satu cabai yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan bumbu masakan sehari-hari. Beragamnya jenis masakan nusantara yang menggunakan cabe rawit sebagai bahan baku membuat kebutuhan akan cabai rawit semakin besar. Nilai tukar petani (NTP) sebagai ssalah satu alat ukur melihat tingkat kesejahteraan petani, tujuan penelitian untuk: (1) mengidentifikasi NTP cabai rawit serta menganalisis dampak NTP terhadap kesejahteraan petani cabai rawit di kecamatan, Kalisat kabupaten Jember. (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi NTP cabai rawit dan (3) mengidentifikasi pengaruh besarnya NTP usahatani cabai rawit terhadap keputusan usahatani di musim berikutnya. Hasil Penelitian adalah (1) Rata- rata NTP cabai rawit didaerah penelitian 140,5 %, Tingkat kesejahteraan petani didaerah penelitian adalah relatif dan secara umum dikategorikan sejahtera. (2) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap NTP usaha tani cabai rawit adalah, luas lahan, harga jual, dan jumlah tanggungan (3) Pada keputusan usahatni sebanyak 90% petani memilih menanam cabai rawit di musim tanam berikutnya.</p>Nurul Elsa DwiyantiHenik PrayuginingsihNurul Fathiyah Fauzi
Copyright (c) 2025 Nurul Elsa Dwiyanti, Henik Prayuginingsih, Nurul Fathiyah Fauzi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-09-302025-09-3014224025310.37729/suryaagritama.v14i2.2364