Analisis Risiko Kecelakaan Kerja dengan Metode HIRADC pada Pekerjaan Borepile Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
Abstract
Proyek pembangunan jalan tol merupakan proyek pembangunan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat angka kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2024 berjumlah 462.241 kasus. Kecelakaan kerja juga tidak luput terjadi pada pekerjaan borepile yang merupakan pekerjaan inti pada proyek jalan tol. Diperlukan penelitian mendalam mengenai analisis keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan borepile untuk mengurangi insiden kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko bahaya yang mungkin timbul, melakukan penilaian risiko dan menganalisis tindakan pengendalian risiko yang dibutuhkan. Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessement, and Determining Control) digunakan untuk analisis data yang dikumpulkan melalui pengisian kuisioner oleh para responden yang terdiri dari 30 orang. Berdasarkan literatur terdahulu dan wawancara dengan responden, didapatkan 26 risiko pada pekerjaan borepile. Setelah dianalisis, dari 26 risiko tersebut ada 2 risiko dengan dengan tingkat risiko ekstrim (7,7 %), 8 risiko dengan tingkat risiko tinggi (30,77 %), 12 risiko dengan tingkat risiko sedang (46,15 %), dan 4 risiko dengan tingkat risiko rendah (15,38 %). Secara keseluruhan, pekerjaan borepile termasuk dalam pekerjaan dengan risiko sedang. Pengendalian risiko pada penelitian ini yaitu berupa substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) lengkap seperti helm safety, rompi safety, sarung tangan, dan sepatu safety.
Copyright (c) 2025 Musafaq Andi Wardana, Larashati B'tari Setyaning, Eksi Widyananto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


