Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton <pre>Title :Surya Beton: Jurnal Ilmu Teknik Sipil<br>Abbreviation :suryabeton<br>DOI Prefix :10.37729/suryabeton<br>ISSN :<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1348798889">2302-5166</a>(p), <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1615804015">2776-1606</a>(e)<br>Type of review :Single Blind<br>Frequency :Twice a year (Marc and September)<br>Editor in Chief :Eko Riyanto, S.T., M.T.<br>Managing Editor :Nurmansyah Alami, S.T., M.T.<br>Indexing :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/suryabeton/indexing" target="_blank" rel="noopener">Click&nbsp;here</a><br>Focus &amp; Scope :<a href="http://jurnal.umpwr.ac.id/index._php/suryabeton/scopes" target="_blank" rel="noopener">Click here</a></pre> en-US suryabetonump@gmail.com (Nurmansyah Alami) info@umpwr.ac.id (Nuning Cahyaningrum) Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Kekuatan Struktur dan nilai P-Delta Rumah Tinggal Sederhana 1 Lantai Tahan Gempa Tipe 45 (Studi Kasus: Rumah Tinggal Tahan Gempa Tipe 45 Magang MBKM-BPBD Kabupaten Bantul 2025) https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/7368 <p>Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat seismik tinggi sehingga perencanaan bangunan rumah tinggal memerlukan pendekatan struktur tahan gempa yang sesuai dengan SNI. Kabupaten Bantul salah satu daerah rawan gempa memiliki riwayat kerusakan rumah tinggal yang signifikan akibat gempa bumi, sehingga diperlukan eval_uasi kekuatan struktur rumah sederhana agar mampu menjamin keselamatan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur rumah tinggal tahan gempa tipe 45 m² dengan sistem struktur beton bertulang berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 v22 dengan mempertimbangkan beban mati, beban hidup, dan beban gempa yang dimodelkan menggunakan analisis dinamik respons spektrum. Parameter gempa ditentukan berdasarkan klasifikasi wilayah gempa dan kondisi tanah, sedangkan kombinasi pembebanan diterapkan sesuai ketentuan perencanaan struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi massa ragam struktur telah memenuhi persyaratan lebih dari 90%, Nilai simpangan maksimum sebesar ΔX 14,630 mm dan ΔY 27,500 mm, dengan gaya aksial 2,032 kN dan gaya geser 1,186 kN serta 1,095 kN, sedangkan koefisien stabilitas P-Delta berada jauh di bawah batas izin 0,1 sehingga struktur dinyatakan stabil. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa balok menggunakan tulangan longitudinal 3D10 pada longitudinal atas dan 2D10 pada bagian bawah, dengan tulangan transversal D8-40; pada lapangan bagian atas dan bawah menggunakan tulangan 2D10 dan tulangan transversal D8-50, sedangkan kolom menggunakan tulangan longitudinal 4D13 dan tulangan transversal D8-90. Konfigurasi tulangan tersebut memenuhi persyaratan kekuatan dan daktilitas, sehingga struktur rumah tinggal tipe 45 m² dinyatakan layak dan aman untuk diterapkan di Kabupaten Bantul.</p> Farhat Mukti Rizki, Retnowati Setioningsih, Marwanto Copyright (c) 2026 Farhat Mukti Rizki, Retnowati Setioningsih, Marwanto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/7368 Mon, 13 Jul 2026 06:48:25 +0700 Analisis Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 Pada Ruas Pituruh–Megulung https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/7527 <p>Ruas jalan Pituruh–Megulung di Kabupaten Purworejo berfungsi sebagai salah satu koridor strategis yang menghubungkan wilayah pedesaan dengan pusat kegiatan ekonomi, sehingga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas, perdagangan, dan pengembangan wilayah. Untuk menjaga dan meningkatkan kinerja jalan tersebut, perlu dipastikan bahwa kondisi perkerasan memenuhi persyaratan teknis dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi ilmiah dalam menentukan desain tebal perkerasan lentur yang optimal pada ruas jalan Pituruh–Megulung, sesuai dengan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penelitian dilakukan melalui studi pendahuluan yang meliputi kajian literatur dan analisis mendalam terhadap prosedur dalam manual desain. Data utama yang digunakan meliputi lalu lintas harian rata-rata (LHR), kekuatan tanah dasar, dan peta jaringan jalan. Data tersebut diolah untuk menentukan proyeksi beban lalu lintas selama umur rencana serta kapasitas struktur yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisis, desain perkerasan optimal terdiri dari beberapa lapisan yaitu, HRS-WC setebal 5 cm, lapis agregat kelas A setebal 15 cm, lapis agregat kelas B setebal 15 cm. Dengan menekankan prinsip konstruksi berkelanjutan, desain ini mengutamakan efisiensi penggunaan material, ketahanan, serta strategi pemeliharaan untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memperpanjang umur layanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengambil kebijakan, perencana, dan praktisi dalam mengoptimalkan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Purworejo.</p> Indri Nurtiyani Hakim, Dika Ayu Apriyanti, Larashati B'tari Setyaning Copyright (c) 2026 Indri Nurtiyani Hakim, Dika Ayu Apriyanti, Larashati B'tari Setyaning https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/7527 Tue, 14 Jul 2026 09:30:17 +0700 Evaluasi Kerentanan Rumah Tinggal Terhadap Gempa Bumi Menggunakan Aplikasi InaRISK Dengan Fitur ACeBS (Studi Kasus: Desa Kemangguan, Kec. Alian, Kabupaten Kebumen) https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/8095 <p>Wilayah Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik menyebabkan tingginya risiko gempa bumi, termasuk di Kabupaten Kebumen. Meskipun Desa Kemangguan tergolong wilayah dengan ancaman gempa sedang hingga rendah, masih banyak rumah tinggal yang dibangun tanpa mempertimbangkan standar konstruksi tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan rumah tinggal satu lantai terhadap gempa bumi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penilaian kerentanan dilakukan menggunakan fitur ACeBS pada aplikasi InaRISK untuk mempermudah evaluasi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, yakni pendekatan kuantitatif melalui penilaian numerik menggunakan aplikasi InaRISK fitur ACeBS (Asesmen Cepat Bangunan Sederhana), serta pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara. Sebanyak 92 rumah dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Penilaian dilakukan berdasarkan 47 indikator teknis seperti kondisi fondasi, kolom, sambungan struktur, hingga penutup atap. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 46% bangunan termasuk dalam kategori kerentanan rendah, 43% sedang, dan 11% tinggi. Faktor dominan yang memengaruhi kerentanan meliputi kedalaman dan material fondasi, kualitas tulangan struktur, serta sambungan antara elemen struktur dan atap. Sebagian rumah belum sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi tahan gempa sesuai Permen PUPR No. 5 Tahun 2016.</p> Adam Rozaq Al Fatah, Nurmansyah Alami, Agung Nusantoro Copyright (c) 2026 Adam Rozaq Al Fatah, Nurmansyah Alami, Agung Nusantoro https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/8095 Tue, 25 Aug 2026 05:30:45 +0700 Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Program Linier POM-Quantity Methods for Windows 5 (Studi Kasus: Daerah Irigasi Gunung Butak Kebupaten Purworejo) https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/8100 <p>Daerah Irigasi Gunung Butak selama musim kemarau mengalami kekeringan akibat penurunan debit DAS Bogowonto. Permasalahan tersebut menyebabkan pendapatan dan keuntungan panen tiap musim tanam didapat belum optimum, maka diperlukan optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5 pada Daerah Irigasi Gunung Butak.&nbsp;Penelitian bertujuan untuk menganalisis keterpenuhan kebutuhan air irigasi pada awal tanam eksisting dan tiap-tiap awal tanam yang direncanakan di Daerah Irigasi Gunung Butak, Menganalisis luasan optimum awal tanam eksisting dan terluas alternatif awal tanam yang direncanakan menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5, Menganalisis keuntungan maksimum produksi hasil pertanian yang diperoleh dari optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5. Perhitungan curah hujan efektif dan debit andalan menggunakan Metode Tahun Dasar Perencanaan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode penman modifikasi FAO. Perencanaan pola tanam dilakukan setelah perhitungan evapotranspirasi, dilanjutkan analisis kebutuhan air dari tiap-tiap alternatif pola tanam. Tahap akhir dilakukan optimasi dengan program bantu POM-Quantity Methods for Windows 5 untuk mengetahui luas lahan efektif dan hasil usaha tani yang maksimum. Hasil penelitian pada awal tanam eksisting (Desember I), kebutuhan terpenuhi sebesar 54%. Kebutuhan air terpenuhi terbesar untuk pada alternatif awal tanam Desember II, Januari I, dan Oktober II sebesar 58%. Luas lahan optimum awal tanam eksisting (Desember I) seluas 188,34 ha, intensitas tanam 112,21% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Luasan optimum terluas pada Alternatif Awal Tanam Oktober I seluas 288,27 ha, intensitas tanam 172,54% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Keuntungan maksimum pada alternatif awal tanam Oktober I sebesar Rp 7.974.924.430,00 (MT I dan MT II), diperoleh peningkatan Rp 2.500.606.170,00 dari keuntungan eksisting dalam satu tahun dengan dua masa tanam.</p> Fadilah Kurnia, Muhamad Taufik, Agung Setiawan Copyright (c) 2026 Fadilah Kurnia, Muhamad Taufik, Agung Setiawan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.umpwr.ac.id/suryabeton/article/view/8100 Thu, 27 Aug 2026 03:21:22 +0700