Program Konseling Remaja Untuk Pencegahan Seks Bebas dan Pernikahan Dini
Abstract
Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Remaja biasanya berumur 10-13 tahun dan berumur 18–22 tahun. Orang sering menghadapi situasi yang membingungkan selama masa transisi ini di mana mereka masih anak-anak tetapi harus bertindak seperti orang dewasa. Hal ini dapat menyebabkan konflik di antara remaja, yang sering mengarah pada banyak tingkah laku yang aneh dan tidak biasa. Ini dapat menyebabkan kenakalan remaja, salah satunya melibatkan perilaku seksual berisiko seperti seks bebas dan pernikahan dini, jika tidak dikontrol dengan baik. Pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS dan IMS merupakan salah satu cara untuk menghentikan perilaku seksual yang berbahaya. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan penyuluhan serta pembentukan kader “Pojok Konser” (Konseling Remaja) untuk memfasilitasi terpenuhinya informasi perilaku kesehatan reproduksi bagi siswa siswi SMK Negeri 2 Malang selaku mitra. Metode pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahap dimulai dari pendataan, pemilihan dan membentukan kader, pengadaan sarana prasarana, penyuluhan, pelatihan, pendampingan serta eval_uasi. Hasil kegiatan terbentuk kader “Pojok Konser” 38 siswa dan hasil post-test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan baik 100 persen serta sikap baik 86,8 persen. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan direkomendasikan adanya keberlanjutan program melalui pendampingan dan dukungan lintas sektor agar kader mampu berperan optimal dalam meningkatkan perilaku hidup sehat di kalangan remaja.
Downloads
Copyright (c) 2026 Wenny Rahmawati, Dwi Norma Retnaningrum, Yuliyanik Yuliyanik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

