Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Pencegahan Bencana Berkelanjutan Melalui Pelestarian Lingkungan dan Penghijauan Tepi Sungai
Abstract
Bencana banjir bandang dan longsor di kawasan pinggiran sungai merupakan ancaman nyata bagi masyarakat pedesaan, khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) yang rentan akibat degradasi lingkungan. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membangun pemahaman dan kesadaran kolektif warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, tentang pentingnya pencegahan bencana banjir dan longsor melalui pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya penghijauan tepi sungai. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Maret 2026 dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan 51 peserta dari unsur masyarakat gampong, aparatur desa, perwakilan TNI, serta sivitas akademika Universitas Terbuka dan Putri Indonesia Aceh 2026. Melalui sosialisasi, survei lapangan partisipatif, dan penanaman bibit pohon simbolis di tepi sungai, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hubungan langsung antara kerusakan vegetasi riparian, sedimentasi sungai, dan risiko banjir bandang. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan aksi nyata penghijauan efektif dalam menumbuhkan komitmen masyarakat untuk menjaga ekosistem DAS sebagai upaya mitigasi bencana jangka panjang.
Downloads
Copyright (c) 2026 Juli Firmansyah, Riandi Marisa, Winda Irawan, Muhammad Daud, Sitti Jamilah, Musliadi Musliadi, Muhammad Safrijal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

