KESANTUNAN BAHASA DALAM INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG DI PESISIR PANTAI JATIMALANG PURWOREJO
Abstract
Pergeseran nilai di era globalisasi memicu penurunan tingkat kesantunan berbahasa, khususnya pada penggunaan bahasa daerah yang makin tergeser oleh ragam yang dinilai lebih praktis. Fenomena ini tampak di masyarakat yang kian mereduksi fungsi bahasa ibu sebagai identitas sekaligus parameter kesantunan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekhasan penggunaan bahasa Jawa dialek Purworejo, sekaligus menganalisis nilai kesantunan pada interaksi sosial para pedagang di pesisir pantai Jatimalang. Melalui metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari pengamatan tuturan alami subjek dalam situasi komunikasi tidak resmi. Hasil analisis mengungkap keberadaan kekhasan fonologis pada pelafalan vokal (/a/, /i/, /u/) dan konsonan hambat letup (/k/), serta munculnya bunyi aspirat pada konsonan /w/, /y/, dan /l/. Kajian ini juga menemukan variasi leksikon spesifik penanda dialek lokal, seperti penggunaan kata rika, enyong, dan buthung. Dari sudut pandang pragmatik, interaksi antarpedagang terbukti mematuhi prinsip kesantunan melalui penerapan maksim kesepakatan, kerendahan hati, hingga maksim simpati guna mempertahankan keharmonisan komunal. Sebagai simpulan, praktik berbahasa ini membuktikan lestarinya kearifan lokal yang sangat relevan untuk dikembangkan menjadi materi ajar unggah-ungguh (tata krama) bahasa Jawa di institusi pendidikan.
References
Adisumarto, Mukidi.1982. Pengantar Jawa Kajian Linguistik. Yogyakarta: FPBS IKIP Yogyakarta.
Adisumarto, Mukidi. 1985. Pengantar ilmu bahasa umum. Yogyakarta: FPBS IKIP Yogyakarta.
Alwasilah, C. 1993. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa.
Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ayatrohaedi, 1983. Dialektologi Sebuah Pengantar. Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta: Depdikbud.
Brown, H. Douglas. 2000. Teaching by Principles: An Interactive Approach To Language Pedagogy. Second Edition. New York: Wesley Longman Inc.
Brown, Douglas H .2004. Language Assessment Principles and Classroom Practices. New York: Pearson Eduation.
Brown, Douglas H. 2007. Principles of Language Teaching and Learning. Pearson Education Inc.
Borg, R.W. & Gall, M.D. 1983. Educational research.United States of America. Pearson Education.
Chaer, Abdul. 1995. Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka cipta.
Chaer, A dan Agustine, L. 1995.Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Istamad, Said. 1998. Isifon Dialek Kebumen di Kecamatan Ambal. Fakultas Bahasa dab Seni: IKIP Yogyakarta.
Kartaraharja, soeseno. 1988. Bahasa Cenanda Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Depdikbud.
Keraf, Goris. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Moleong, Lexy. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Budhi Mohanar Bahari Perkasa Rosdakarya.
Marsono. 1993. Fonetik. Yogyakarta: Gadjahmada Unifersiti Press.
Nababan, PWJ. 1984. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Nababan, PWJ. 1993. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Pateda, M. 1989. Semantik Leksem. Bandung: Nusa Indah
Pateda, M. 1992. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.
Poedjosoedarmo, Soepomo. 1979. Tingkat tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depdikbud.
Poerwadarminta, W.J.S .1939. Baoesastra Djawa. Batavia: JIS. Woltres Uitgevers, Maatschappij, N.V.
Ramlan, R. 1987. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono.
Supardo, susilo. 1988. Bahasa Indonesia Dalam Konteks. Jakarta: Depdikbud.
Soeparno. 1993. Dasar-dasar Linguistik. Yogyakarta. Mitra Gama Widya.
Samsuri. 1988. Morfologo dan Pembentukkan Kata. Jakarta: Departemen Pendidikkan dan Kebudayaan.
Surana. 2007. Fonetik Fonologi. Surabaya: Bintang Surabaya.
Zuhdi, Darmiyati. 1992. Penelitian Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta. Panduan

