MERAWAT PENGALAMAN, MERANGKUL PERUBAHAN: ADAPTASI, INOVASI, DAN INTEGRASI TEKNOLOGI GURU SENIOR DALAM PERSPEKTIF SISWA
Abstract
Abstrak: penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa SMP Negeri 2 Mirit, Kebumen, terhadap kompetensi adaptasi, inovasi, dan integrasi teknologi guru berusia 50 tahun ke atas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei kuesioner skala Likert 1–5 yang memuat 15 butir dalam tiga dimensi kompetensi. Data yang konsisten pada tabel hasil berasal dari 130 responden dan dianalisis melalui rerata, standar deviasi, distribusi frekuensi, serta korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa siswa memandang kompetensi adaptasi guru cukup baik dengan rerata 3,74 dan kompetensi integrasi teknologi 3,77. Pada dimensi inovasi, respons paling positif tampak pada penggunaan media pembelajaran yang menarik (M=4,02) dan dorongan kepada siswa untuk berinovasi dalam tugas (M=4,03), sedangkan dinamika pembelajaran memperoleh skor lebih moderat (M=3,29). Guru juga dinilai terampil mengoperasikan perangkat digital (M=4,00), sementara kemampuan mengatasi kendala teknis masih perlu diperkuat (M=3,14). Temuan ini menegaskan bahwa usia tidak layak diposisikan sebagai penentu tunggal kompetensi. Pengembangan profesional yang suportif, kolaboratif, dan menghargai pengalaman guru diperlukan agar transformasi digital tetap berpusat pada relasi belajar yang manusiawi.

