Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif
DOI:
https://doi.org/10.37729/autotech.v21i02.7658Abstract
Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah biomassa. Limbah kulit jagung merupakan salah satu biomassa yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik briket biomassa berbahan baku kulit jagung berdasarkan parameter analisis proksimat, yaitu kadar air, kadar abu, dan volatile matter. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pembuatan briket melalui proses karbonisasi, pencampuran bahan, pencetakan, dan pengeringan. Pengujian karakteristik dilakukan mengacu pada standar ASTM D3173 untuk kadar air, ASTM D3174 untuk kadar abu, dan ASTM D3175 untuk volatile matter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air briket berada pada rentang 28,62%–33,86%, kadar abu 7,56%–11,74%, dan volatile matter 31,18%–36,20%. Nilai volatile matter yang relatif tinggi menunjukkan bahwa briket memiliki kemudahan penyalaan dan karakteristik pembakaran yang baik, namun kadar air yang tinggi masih menjadi kendala dalam efisiensi pembakaran. Dengan demikian, limbah kulit jagung memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif berbasis biomassa.
