ANALISIS PSIKOLOGI BAHASA DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA KAJIAN SEMIOTIKA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan psikologi bahasa dan simbol semiotik dalam film Bila Esok Ibu Tiada guna memahami bagaimana ucapan verbal, gestur, ekspresi wajah, dan simbol visual mewakili keadaan psikologis karakter dan membangun konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis pragmatik dan semiotik. Data dikumpulkan dari transkrip dialog, rekaman audiovisual, dan simbol visual yang muncul dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan tindakan ucapan lokusioner, ilokusioner, dan perlokusioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan lokusioner berfungsi sebagai penyampaian informasi dan pengenalan naratif, sementara tindakan ilokusioner mengekspresikan emosi, perintah, larangan, dan komitmen karakter, yang memengaruhi hubungan antar karakter. Tindakan perlokusioner menghasilkan efek psikologis pada karakter lain, seperti kemarahan, kesedihan, dan simpati, sekaligus memperkuat aliran emosional dan struktur dramatis film. Simbol visual, termasuk foto keluarga, kursi kosong, atau gestur tertentu, memperkuat makna psikologis dan mencerminkan keadaan batin karakter. Studi ini menegaskan bahwa psikologi bahasa dan semiotika bekerja secara sinergis dalam membentuk perkembangan karakter, konflik, dan pengalaman emosional penonton. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan studi pragmatik dan semiotika, pendidikan bahasa, serta strategi pembuatan film yang menekankan komunikasi emosional dan psikologis.
