Pengaruh Campuran Abu Ampas Tebu Dan Flyash Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Normal

  • Ika Styaningsih Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Dewi Sulistyorini Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Iskandar Yasin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Adi Sutarto Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Keywords: beton, fly ash, abu tebu

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Konsekuensi dari hal tersebut adalah meningkatnya kebutuhan semen. Namun, kebutuhan semen yang tinggi tidak diimbangi dengan produksi dalam negeri yang seimbang, sehingga Indonesia masih memerlukan semen impor untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini bukanlah hal yang baik dari segi neraca perdagangan, sehingga perlu dicari solusi melalui inovasi bidang konstruksi. Penelitian ini mencoba untuk menekan jumlah kebutuhan semen dengan mengganti sebagian semen dengan fly ash dan abu ampas tebu, dimana kedua material tersebut berdasarkan literatur memiliki sifat pozzolanic. Dengan adanya pennelitian ini diharapkan dapat mengetahui perbandingan nilai kuat tekan beton normal dengan beton dengan campuran abu ampas tebu dan flyash. Benda uji dibuat dalam bentuk silinder 150 mm x 300 mm dengan perawatan beton akan dilakukan selama 28 hari dengan cara perendaman pada air normal. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa berat silinder beton dengan 4 variasi memiliki rata-rata berat 12.43 kg dan rata-rata kuat tekan 20.29 MPa untuk beton normal. Beton dengan 0% abu ampas tebu + 7% flyash menghasilkan kuat tekan rerata 18.51 MPa sementara beton dengan 10% abu ampas tebu + 7% flyash memiliki rata-rata kuat tekan 14.91 MPa. Selanjutnya, rata-rata kuat tekan untuk beton dengan 20% abu ampas tebu + 7% flyash adalah 13.57 MPa.

Published
2022-10-31
How to Cite
Styaningsih, I., Sulistyorini, D., Yasin, I., & Sutarto, A. (2022). Pengaruh Campuran Abu Ampas Tebu Dan Flyash Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Normal. Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil, 6(2), 7-14. https://doi.org/10.37729/suryabeton.v6i2.2446
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)