Analisis SDGs Ekosistem Sungai Sebagai Model Isu Sosio-Saintifik Lokal Untuk Penguatan Pembelajaran IPA Berbasis ESD
Abstract
Implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran IPA sering terkendala minimnya integrasi konteks lokal yang relevan. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil keberlanjutan sungai musiman ditinjau dari tiga pilar SDGs serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber belajar berbasis Local Socio-Scientific Issues (SSI). Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus di DAS Juwangi, Boyolali. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap warga, perangkat desa, dan guru IPA, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dan pencocokan konten (content matching) terhadap Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, profil keberlanjutan sungai berada dalam kondisi kritis akibat siklus kausalitas destruktif berupa ketiadaan infrastruktur sampah (sosial) merusak kualitas air (lingkungan) dan menekan daya dukung irigasi pertanian (ekonomi). Kedua, secara pedagogis, kompleksitas masalah Ekosistem Sungai Juwangi ini berhasil dipetakan secara nyata ke dalam spektrum materi IPA Fase D, meliputi topik Ekologi, Zat dan Perubahannya, serta Ilmu Bumi. Pemanfaatan matriks SSI lokal ini sangat strategis bagi pendidik untuk mengonkretkan visi ESD, mengubah siswa dari pembelajar pasif menjadi pemecah masalah (problem solver) yang memiliki action competence dan kepedulian terhadap lingkungan terdekatnya.
Downloads
References
[2] I. G. A. M. Darwati and I. M. Purana, “Problem Based Learning (PBL) : Suatu Model Pembelajaran Untuk Mengembangkan Cara Berpikir Kritis Peserta Didik,” Widya Accarya, vol. 12, no. 1, pp. 61–69, 2021, doi: 10.46650/wa.12.1.1056.61-69.
[3] A. P. El Magheest and S. Suryanti, “Implementasi education for sustainable development dan pencapaian kesadaran berkelanjutan dalam pembelajaran IPA di SD alam,” J. Penelit. Pendidik. Guru Sekol. Dasar, vol. 13, no. 1, pp. 267–281, 2025, [Online]. Available: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/67583
[4] R. Widyawati, M. Novita, S. Patonah, and F. Roshayanti, “Tantangan dan Peluang dalam Pendidikan Kimia Hijau Berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) di Sekolah Menengah Atas: Studi Kasus di Kabupaten Sragen,” Didakt. J. Kependidikan, vol. 13, no. 001 Des, pp. 537–548, 2024, doi: 10.58230/27454312.1287.
[5] S. Rahmawati, F. Roshayanti, A. S. Nugroho, and M. S. Hayat, “Potensi implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran IPA di MTs Nahdlatul Ulama Mranggen Kabupaten Demak,” J. Kualita Pendidik., vol. 2, no. 1, pp. 15–27, 2021, doi: 10.51651/jkp.v2i1.27.
[6] R. Indriasari, F. F. Sidiq, and D. E. K. Mendrofa, “Penguatan Pendidikan Karakter Sebagai Wujud Pendidikan berkualitas dalam Upaya Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” J. Wahana Bina Pemerintah., vol. 6, no. 2, pp. 96–103, 2024, doi: 10.55745/jwbp.v6i2.273.
[7] A. Chairy, I. Istiqomah, and A. C. F. Nahdiyah, “Sustainable Development Goals (SDGs) Dan Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi: Sinergi Untuk Masa Depan,” Acad. J. Inov. Ris. Akad., vol. 4, no. 3, pp. 124–134, 2024, doi: 10.51878/academia.v4i3.3631.
[8] Y. F. Karina, G. Adam, M. Fukayo, M. Berkanis, and P. Nadja, “Pendidikan Lingkungan Bagi Masyarakat Sebagai Kunci Pelestarian Alam,” JUPEIS J. Pendidik. dan Ilmu Sos., vol. 4, no. 3, pp. 58–62, 2025.
[9] D. T. Utami, F. Roshayanti, E. R. S. Dewi, and A. S. Nugroho, “Analisis Bahan Ajar Biologi SMA Ditinjau dari Muatan Sustainable Development Goals (SDGs),” JP3 (Jurnal Pendidik. dan Profesi Pendidik), vol. 9, no. 1, pp. 8–17, 2023, doi: 10.26877/jp3.v9i1.17029.
[10] E. Nasrudin, S. Anwar, E. Suresman, U. Q. Rahmi, and D. S. Hidayatulloh, “Integration of Sustainable Development Goals in Islamic Teaching Materials in Higher Education,” Tafkir Interdiscip. J. Islam. Educ., vol. 6, no. 1, pp. 17–39, 2025, doi: 10.31538/tijie.v6i1.1266.
[11] J. A. Foulk, P. J. Friedrichsen, and T. D. Sadler, “Science in socio-scientific issues,” Sci. Teach., vol. 87, no. 7, pp. 35–39, 2020, doi: 10.1080/00368555.2020.12293518.
[12] V. Kumar, S. K. Choudhary, and R. Singh, “Environmental socio-scientific issues as contexts in developing scientific literacy in science education: A systematic literature review,” Soc. Sci. Humanit. Open, vol. 9, p. 100765, 2024, doi: 10.1016/j.ssaho.2023.100765.
[13] D. R. Sari, S. Saputro, and S. Sajidan, “A Systematic Review on Integrating SSI into Science Education: Its Impact on 21st Century Skills (2014-2024),” Educ. Stud. Res. J., vol. 2, no. 1, pp. 1–14, 2025, doi: 10.60036/sa6n0870.
[14] N. Wisdayana, Achyani, and A. R. Aththibby, “Teaching Materials Based on Socio Scientific Issues: An Effective Strategy to Improve Science Literacy and Critical Thinking Skills,” J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 11, no. 4, pp. 346–354, 2025, doi: 10.29303/jppipa.v11i4.10786.
[15] N. S. S. Putri, V. Dermawan, and E. Yuliani, “Pemetaan Sebaran Kualitas Air Akibat Pencemaran Limbah Organik Pada Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu, Kabupaten Malang,” J. Teknol. dan Rekayasa Sumber Daya Air, vol. 5, no. 2, pp. 1082–1092, 2025, doi: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.103.
[16] E. Novita, Y. Noviyana, H. A. Pradana, Indarto, and R. Nadzirah, “Kajian Dampak Pola Musim dan Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai Bedadung, Kabupaten Jember,” J. Pengendali. Pencemaran Lingkung., vol. 6, no. 2, pp. 33–43, 2024, doi: 10.35970/jppl.v7i1.2520.
[17] Y. N. Wijaya and J. G. Potalangi, “Kualitas Air Sungai Di Sulawesi Utara: Systematic Literature Review Ditinjau Dari Parameter Fisika, Kimia Dan Biologi,” TEKNO, vol. 22, no. 90, pp. 2381–2389, 2024, doi: 10.35793/jts.v22i90.60641.
[18] D. Rosarina and E. K. Laksanawati, “Studi Kualitas Air Sungai Cisadane Kota Tangerang Ditinjau Dari Parameter Fisika,” J. Redoks, vol. 3, no. 2, pp. 38–43, 2018, doi: 10.31851/redoks.v3i2.2392.
[19] E. D. Harmilia and E. Dharyati, “Kajian pendahuluan kualitas perairan fisika-kimia sungai ogan kecamatan indralaya kabupaten ogan ilir Sumatera Selatan,” Fiseries, vol. 6, no. 1, pp. 7–11, 2018, [Online]. Available: https://jurnal.um-palembang.ac.id/fiseries/article/view/913
[20] A. N. Safitri, Subiki, and S. Wahyuni, “Pengembangan Modul IPA Berbasis Kearifan Lokal pada Pokok Bahasan Usaha dan Energi di SMP,” J. Pembelajaran Fis., vol. 7, no. 1, pp. 22–29, 2018, doi: https://doi.org/10.19184/jpf.v7i1.7221.
[21] K. Hadi and D. Dazrullisa, “Pengembangan bahan ajar biologi berbasis kearifan lokal,” in Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 2019. doi: 10.22373/pbio.v6i1.4337.g2873.
[22] N. Fitriani, I. Efendi, and B. M. Harisanti, “Pengembangan modul pembelajaran ipa berbasis kearifan lokal desa sembalun untuk peningkatan hasil belajar kognitif siswa MTs,” Biosci. J. Ilm. Biol., vol. 7, no. 1, pp. 68–78, 2019, doi: 10.33394/bioscientist.v7i1.2386.
[23] A. Haryadi, B. Patandjengi, and N. Hamid, “Analisis Keberlanjutan Agribisnis Paprika di Kabupaten Gowa(Studi Kasus Kelompok Tani Veteran Buluballea Malino),” J. Sos. Ekon. Pertan., vol. 18, no. 3, pp. 211–231, 2022, doi: 10.20956/jsep.v18i3.21330.
[24] N. Labibah, Herowati, J. N. Hidayat, and Habibi, “Eksplorasi Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari Anak Nelayan di Desa Lobuk untuk Mendukung Pembelajaran IPA Kontekstual,” Edusains, vol. 12, no. 2, pp. 266–275, 2020, doi: 10.15408/es.v12i2.14938.
[25] M. E. Hancock, “Thinking qualitatively methods of mind: A review,” Qual. Rep., vol. 23, no. 9, pp. 2251–2253, 2018, doi: 10.46743/2160-3715/2018.3715.
[26] T. O. Rose et al., “Pelatihan Pembuatan Media Tanam Termodifikasi Menggunakan Limbah Popok Bayi Sebagai Upaya Pengembangan Kewirausahaan Ramah Lingkungan di Desa Permanu,” Bantenese J. Pengabdi. Masy., vol. 7, no. 1, pp. 48–63, 2025, doi: 10.30656/ps2pm.v7i1.10015.
[27] R. Lovina, S. Bahri, and L. Viruly, “Dampak Pencemaran Mikroplastik Pada Ikan, Kerang dan Sedimen Di Perairan Indonesia,” J. Pengendali. Pencemaran Lingkung., vol. 6, no. 2, pp. 9–18, 2024, doi: 10.35970/jppl.v6i2.2197.
[28] F. M. Aisy, S. M. Sari, and L. Kasmini, “Sungai Bukan Tempat Sampah: Menyelamatkan Habitat Air Tawar Kita,” Edu Soc. J. Pendidikan, Ilmu Sos. dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 2, pp. 1423–1432, 2025, doi: 10.56832/edu.v5i2.1524.
[29] L. Rahayu, E. Kamal, A. Frinaldi, A. Razak, and W. Prarikeslan, “Analysis of the Impact of Batang Arau River Pollution on Communities and the Environment Around the River,” J. Kesehat. Cendikia Jenius, vol. 2, no. 1, pp. 87–93, 2024, doi: 10.70920/jenius.v2i1.116.
[30] A. Fitriyah, S. Syafrudin, and S. Sudarno, “Identifikasi Karakteristik Fisik Mikroplastik di Sungai Kalimas, Surabaya, Jawa Timur,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 21, no. 3, pp. 350–357, 2022, doi: 10.14710/jkli.21.3.350-357.
[31] A. Astuti and E. Frimawaty, “Dwiyitno.(2023). Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat Pesisir Terhadap Sampah Plastik di Kabupaten Cirebon: Studi Kasus di Sungai Pengarengan,” J. Ilmu Lingkung., vol. 21, no. 1, pp. 76–85, 2023, doi: 10.14710/jil.21.1.76-85.
[32] A. I. Puspitasari, E. Novita, H. A. Pradana, B. H. Purnomo, and T. S. Rini, “Identifikasi Perilaku Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Pencemaran Air Sungai Bedadung Di Jember, Jawa Timur (Identification of Communities Behavior and Perception on Water Pollution at Bedadung River in Jember, East Java),” J. Penelit. Pengelolaan Drh. Aliran Sungai, vol. 5, no. 1, pp. 89–104, 2021, doi: 10.20886/jppdas.2021.5.1.89-104.
[33] E. A. M. Mu’arif and F. Lekahena, “Hubungan antara Sikap Kepedulian Lingkungan dan Perilaku Pro Lingkungan pada Produser Ikan Pindang di Desa Tanjungsari, Kendal, Jawa Tengah,” J. Psikol., vol. 20, no. 2, pp. 102–107, 2024, [Online]. Available: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1969
[34] M. I. Effendi et al., “Perilaku pro-lingkungan pada mahasiswa,” Yogyakarta Zahir Publ., 2020.
[35] A. J. Mukti, “Masyarakat Dan Tindakan Menyimpang:(Studi Tentang Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah di Kali Gunting, Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito),” PANOPTIKON J. Ilmu Sos. dan Hum., vol. 1, no. 1, pp. 1–16, 2021, doi: 10.32492/panoptikon.v1i1.21.
[36] Y. Zhang, C. Cai, Y. Gu, Y. Shi, and X. Gao, “Microplastics in plant-soil ecosystems: a meta-analysis,” Environ. Pollut., vol. 308, p. 119718, 2022, doi: 10.1016/j.envpol.2022.119718.
[37] R. Kumar et al., “Effect of physical characteristics and hydrodynamic conditions on transport and deposition of microplastics in riverine ecosystem,” Water, vol. 13, no. 19, p. 2710, 2021, doi: 10.3390/w13192710.
[38] M. N. Hakim and A. Nur, “Analisis Dampak Pencemaran Air Sungai Kahung terhadap Ekonomi Masyarakat Desa Belangian,” JIEP J. Ilmu Ekon. dan Pembang., vol. 3, no. 2, pp. 342–355, 2020, [Online]. Available: https://jiep.ulm.ac.id/index.php/jiep/article/view/2514
[39] M. A. R. Shah, A. Rahman, and S. H. Chowdhury, “Challenges for achieving sustainable flood risk management,” J. Flood Risk Manag., vol. 11, pp. S352–S358, 2018, doi: 10.1111%2Fjfr3.12211.
[40] S. Y. Chen and S. Y. Liu, “Developing students’ action competence for a sustainable future: A review of educational research,” Sustain., vol. 12, no. 4, p. 1374, 2020, doi: 10.3390/su12041374.
[41] N. Gericke, “Teaching for the Anthropocene,” in Bildung, Knowledge, and Global Challenges in Education, E. Krogh, A. Qvortrup, and S. T. Graf, Eds., London: Routledge, 2022, pp. 53–69. doi: 10.4324/9781003279365-5.
[42] S. Kurniasih, A. D. Utami, and I. D. Pursitasari, “Development of Global Warming E-Module Based on Socio Scientific Issues ( SSI ) to Improve Students ’ Critical Thinking Skills and Sustainability Awareness,” J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 9, pp. 224–232, 2023, doi: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6008.
[43] J. R. Honra and S. L. C. Monterola, “Fostering cognitive flexibility of students through design thinking in biology education,” Cogent Educ., vol. 11, no. 1, pp. 1–14, 2024, doi: 10.1080/2331186X.2024.2415301.
[44] E. S. Kurniawan, “Strategi Jembatan Konsep Analogi Untuk Meningkatkan PhyHOTS Peserta Didik Pada Pembelajaran Fisika,” J. Inov. Pendidik. Sains ( JIPS ), vol. 4, no. 1, pp. 26–35, 2023, doi: 10.37729/jips.v4i1.3023.
[45] R. Zidny, J. Sjöström, and I. Eilks, “Correction to: A multi-perspective reflection on how indigenous knowledge and related ideas can improve science education for sustainability,” Sci. Educ., vol. 31, no. 1, pp. 265–266, 2022, doi: 10.1007/s11191-021-00194-2.
[46] T. D. Sadler, W. L. Romine, and M. S. Topçu, “Learning science content through socio-scientific issues-based instruction: A multi-level assessment study,” Int. J. Sci. Educ., vol. 38, no. 10, pp. 1622–1635, 2016, doi: 10.1080/09500693.2016.1204481.
[47] B. C. Herman, “Students’ environmental NOS views, compassion, intent, and action: Impact of place‐based socioscientific issues instruction,” J. Res. Sci. Teach., vol. 55, no. 4, pp. 600–638, 2018, doi: 10.1002/tea.21433.
[48] O. Sulistina, A. Purwandari, S. A. Deaningtyas, S. A. Putrikundia, and N. I. Faradillah, “Peran Pendekatan Socio-Scientific Issue (SSI) dalam Meningkatkan Scientific Literacy pada Pembelajaran Kimia,” UNESA J. Chem. Educ., vol. 13, no. 2, pp. 118–128, 2024, doi: 10.26740/ujced.v13n2.p118-128.
[49] V. C. Gurning and G. H. Selaras, “Implementasi problem-based learning berbasis education for sustainable development terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik,” Bio-Pedagogi, vol. 14, no. 1, p. 27, 2025, doi: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88657.
[50] A. C. Yusro and R. Ardania, “Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Model PjBL dengan Media Kartu,” J. Inov. Pendidik. Sains ( JIPS ), vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2023, doi: 10.37729/jips.v4i1.3109.
Copyright (c) 2026 Adhitya Chandra Permana, Muhammad Syaipul Hayat, Mega Novita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




