Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Kulit Nanas Pasir Kelud (PK-1) Sebagai Disinfektan Berbasis Ecoenzyme

Authors

  • Saiful Muttaqin Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Rochmad Krissanjaya Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Dhony Hermanto Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Nurul Ismillayli Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Lisa Savitri Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Tontowi Jauhari Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Saiful Muttaqin Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Elfred Rinaldo Kasimo Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Rasyadan Taufiq Probojati Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Aprilia Anjarwati Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia
  • Dita Apriana Universitas Kadiri, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37729/abdimas.v10i2.7252

Abstract

Limbah kulit nanas yang melimpah di kabupaten Kediri sebagai sentra produksi terbesar di Jawa Timur menimbulkan tantangan lingkungan yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih masyarakat dalam mengintegrasikan teknologi ecoenzyme sebagai strategi pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna, khususnya disinfektan pembersih lantai. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Masjid Baitussalam, kelurahan Sukorame, kecamatan Mojoroto, kota Kediri dengan melibatkan 30 peserta melalui metode penyuluhan interaktif, demonstrasi plot, dan pendampingan praktik langsung. Instrumen evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang sangat signifikan sebesar 152,45 persen, dengan skor rata-rata meningkat dari 31,80 menjadi 80,28. Uji Wilcoxon Signed-Rank mengonfirmasi signifikansi perubahan tersebut (p < 0,05) dengan effect size kategori besar (0,8). Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan eco-enzyme dari kulit nanas Pasir Kelud (PK-1) tidak hanya efektif sebagai agen antimikroba alami, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan ekologis. Program ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan lingkungan melalui pengurangan limbah organik dan dukungan terhadap program Zero Waste serta Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga memberikan dampak sosial serta ekonomi melalui penghematan biaya rumah tangga dan peluang pengembangan produk komunitas. Keberlanjutan program ini memerlukan kerjasama dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Kulit Nanas Pasir Kelud (PK-1) Sebagai Disinfektan Berbasis Ecoenzyme. (2026). Surya Abdimas, 10(2), 335-348. https://doi.org/10.37729/abdimas.v10i2.7252