Pendidikan demokrasi dan Islam: membangun generasi inklusif dan toleran ditengah tantangan global

  • Nasrudin Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Hermawan Universitas Muhammadiyah Purworejo

Abstract

Penelitian ini membahas potensi mensinergikan demokrasi dan Islam dapat bekerja sama untuk membangun generasi yang inklusif dan toleran di tengah tantangan global. Metode utama yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode ini melibatkan tinjauan literatur yang digunakan untuk menilai literatur yang membahas bagaimana nilai-nilai Islam, seperti keadilan dan musyawarah, dan nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat dan kesetaraan, dapat bersatu dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini mendorong meningkatnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran serta memperkuat sikap toleransi budaya di kalangan peserta didik. Siswa cenderung lebih aktif menyampaikan pendapat, terlibat dalam diskusi, dan menunjukkan sikap terbuka terhadap perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan pandangan keagamaan. Penelitian ini juga mengungkap adanya tantangan dalam implementasi, khususnya terkait dengan kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sebagian guru, terutama yang tidak berlatar belakang teknologi informasi, masih mengalami keterbatasan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, keterlibatan guru dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat belum sepenuhnya optimal, sehingga memerlukan penguatan peran dan dukungan institusional. Dengan menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang didasarkan pada nilai Islam dan demokrasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan karakter siswa, penelitian ini memberikan kontribusi penting. Rekomendasi penting termasuk pengembangan kurikulum yang didasarkan pada nilai, pelatihan guru untuk menghadapi era digital, dan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Hasil ini memberi kita kerangka strategis yang berguna untuk menghadapi tantangan global dan membangun generasi yang ramah, toleran, dan adaptif. Penelitian ini unik karena menggunakan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan demokrasi sebagai nilai utama dengan Islam. Penelitian ini unik karena menggunakan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan demokrasi sebagai nilai utama dengan Islam.

References

A. Maulana et al. (2024). Islamic Education and Democrazy : Harmonizing faith and Civic Engagement. Jurnal Riset Sosial humaniora dan Pendidikan. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.141

A, Su. et al. (2025). Kesiapan Guru PAI Dalam Memanfaatkan ICT : Analisis Kompetensi , Tantangan dan Strategi Solutif di Era Digital. Jurnal Ilmiah profesi pendidikan, 10, 2858_2868.

Al, N. I. et. (2025). Tantangan dan Strategi Kompetensi Guru Pendidikan Islam dan Adaptasi Teknologi dalam Penguatan Nilai Spiritual. Jurnal kajian Pendidikan dan Sosial, 6, 114–121. https://doi.org/https://doi.org/10.53299/diksi.v6i2.1567

Anistianingsih et al. (2023). Demokrasi dalam Pendidikan Islam. Jurnal Pustaka Bahasa dan Pendidikan, 4. https://doi.org/https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/pustaka/article/view/728/716

Apipah, S., & Sumitro, D. S. (2022). Persepsi mahasiswa terhadap toleransi perbedaan di indonesia. Res Publica: Journal of Social Policy Issues, 72–75.

Cintya, T. D., Harahap, M. R., & Zualiana, E. (2020). Nilai-Nilai Demokrasi Pendidikan Dalam Islam (Studi Pemikiran Prof Al Rasyidin). 485–499.

D. Rahmadani, et al. (2021). Learning Management Based on Multicultural at Islamic Biarding School Darusy Syahadah Simo Boyolali. 1–12.

Fadhilah Az Zahra, D. N. (2024). Pendidikan demokrasi sebagai alat penguatan kebhinekaan dan toleransi sekolah. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2, 157–168. https://doi.org/: https://doi.org/10.61722/jipm.v2i4.259

Fiska Ilyasir. (2019). Pendidikan Demokratis di era revolusi industri 4.0. Jurnal Pembangunan dan Pendidikan : Pondasi dan Aplikasi, 7.

Hidayatulloh, I., & Armansyah, N. (2021). Ancaman paham radikalisme pada generasi muda. Jurnal Hasil Penelitian, 44–48.

Jakarta, P. U. (2021). Ringkasan eksekutif hasil survey nasional “kebhinekaan di menara gading toleransi beragama di perguruan tinggi.

Khuzaimah, farid P. (2022). Penerapa Demokrasi Pada Pembelajaran Siswa di Sekolah. Al Ma’arief Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 4. https://doi.org/https://doi.org/10.35905/almaarief.v4i1.2176

Kurahman, O. T., & Rusmana, D. (2025). Tantangan Pendidik Dalam Pengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Islam di Sekolah Negeri Pada Era Globalisasi. 3, 179–189.

Kurniawan, E. K., Wilsen, V., Valencia, S., & Azizah, Q. (2022). Sikap fanatisme beragama terhadap intoleransi di indonesia. Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humanioral, 78–97.

Mahmud, A., & Ilyas, H. (2024). Islam and Tolerance Education for the Sustainable Development Goals ( SDGs ). 25(2), 387–404.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Murdaningtias, S., Fahmi, M. F., & Hidayat, M. T. (2025). Tantangan Guru dalam Mengintegrasikan Teknologi Digital pada Pembelajaran PAI di SMA Hasyim Asy ’ ari 1 Pucuk Ajer. 2(1), 60–65.

Nurhasanah, S., Toleran, K., & Pendidikan, P. (n.d.). Integrasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) Untuk Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam. 6, 133–151.

P. Dianti, S Waluyati, H. F. (2020). Analisis Dampak Potensial Penggunaan Buku Ajar Pendidikan Demokrasi Berbasis Nilai dalam Mengembangkan Sikap Demokratis Mahasiswa. Jurnal Civic Hukum, 5, 75–85. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/jch.v5i1.10493

Patawari, Mery, L., Hamid, A., & Khoyoga, E. P. (2023). Analisis sosio-yuridis terhadap terjadinya konflik antar suku di kabupaten tolikara provinsi papua. Petitum. https://uit.e-journal.id/JPetitum, 52–67.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.).

Rahmatullah Arif et al. (2025). Pendidikan Agama Islam Sebagai Solusi Tantangan Identitas Generasi Saat ini : Jurnal Kepemimpinan dan pengurusan sekolah, 10(2), 840–854. https://doi.org/https://doi.org/10.34125/jkps.v10i3.699

Rijal, M. K., Nasir, M., & Rahman, F. (2022). Potret moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan, 10(1), 172–185.

Rosyad, Ali Miftakhu, M. A. M. (2020). Paradigma Pendidikan Demokrasi dan Pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan Globalisasi di Indonesia. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 75–99. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/nzh.v3i1.491

Teguh Sihono. (2011). Upaya Menuju Demikratisasi Pendidikan. Jurnal Pendidikan & Ekonomi, 8. https://doi.org/https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jep/article/view/708

Toha, M. (2025). Blancing Freedom of Expression and Authority in Democratic Islamic Education. Multocultural Islamic Education Review, 03(01). https://doi.org/https://doi.org/10.23917/mier.v3i1.9914

Turham AG. (2021). Pendidikan Demokrasi dalam Persfektif Filsafat Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Indonesai, 2, 1639–1439. https://doi.org/https://doi.org/10.59141/japendi.v2i09.657

Wulandari, T., Wijayanti, A. T., History, A., & Link, A. (2023). Integrating democracy learning and prophetic social studies at Baitusalam Islamic School Yogyakarta. 20, 47–54.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Aplicattions Design and Methods (L. Fargotstein (ed.)).

Published
2025-12-31
How to Cite
Nasrudin, & Hermawan. (2025). Pendidikan demokrasi dan Islam: membangun generasi inklusif dan toleran ditengah tantangan global. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 11(2), 181-192. https://doi.org/10.37729/jpse.v11i2.6053