Kuis lisan sebagai strategi peningkatan ketrampilan argumentatif
Abstract
Salah satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan berargumentasi. Menggunakan tes lisan sebagai alat pembelajaran merupakan salah satu cara untuk membantu mahasiswa menjadi lebih mahir dalam berargumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa, khususnya dalam formulasi klaim, penyajian bukti, serta penalaran dan sanggahan. Penelitian tindakan kelas adalah jenis penelitian ini. Terdapat empat tahap dalam penelitian tindakan kelas: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) introspeksi. Delapan belas mahasiswa semester IV A menjadi subjek penelitian. Untuk mengumpulkan nama-nama mahasiswa semester IV A, instrumen penelitian ini adalah dokumentasi. Lembar observasi, yang terdiri dari komponen-komponen berikut: klaim, bukti, penalaran, kualifikasi, pendukung, dan sanggahan, berfungsi sebagai alat penelitian untuk mengukur kemampuan mahasiswa selama tes lisan. Ketika kuis digunakan, hasil observasi digunakan untuk menentukan metode analisis data untuk penelitian ini. Kesimpulan penelitiaan ini adalah kuis lisan terbukti efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan argumentatif mahasiswa. Ini terlihat dari peningkatan ketrampilan argumentasi dari siklus 1 yang memenuhi minimal 3 indikator sebanyak 56% meningkaat menjadi 94% pada siklus 2. Selain menumbuhkan keberanian berbicara, kuia lisan mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif. Penggunaan kuis lisan secara terstruktur dan konsisten dapat menjadi solusi bagi Dosen yang ingin meningkatkan ketraampilaan argumentatif mahasiswa dan kualitas diskusi di kelas.
References
Arifin, Z. (2011). eval_uasi pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Arikunto. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Driver, R., Newton, P. & Osborne, J. (2000). Establishing the Norms of Scientific Argumentation in Classrooms. Science Education, 84(3), 287–312. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/(sici)1098-237x(200005)84:3<287::aid-sce1>3.0.co;2- a
Dwi Retno Fatmawati, Harlita*, M. R. (2018). Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Siswa melalui Action Research dengan Fokus Tindakan Think Pair Share (pp. 253–259).
Eskin, H., & Ogan-Bekiroglu, F. (2013). Argumentation as a Strategy For Conceptual Learning of Dynamics. Research in Science Education, 43(5), 1939–1956. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s11165-012-9339-5.
Fina Fakhriyah, Ani Rusilowati, Sunyoto Eko Nugroho, S. S. (2021). Mengembangkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Calon Guru Sekolah Dasar sebagai Bentuk Penguatan Keterampilan Abad 21 (p. 190). Semarang: Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
Ginanjar, W. S., Utari, S., & M. (2015). Penerapan model argument-driven inquiry dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMP. Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 20(1), 32. https://doi.org/https://doi.org/10.18269/jpmipa.v20i1.559
Karlina, G., & Heffi, A. (2021). Kemampuan Argumentasi Pada Pembelajaran Biologi. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(1), 1–7.
Konstantinidou, A., & Macagno, F. (2013). Understanding students’ reasoning : Argumentation schemes as an interpretation method in science education. Science and Education, 22(5), 1069–1087. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s11191-012-9564-3
Muthia Azizah, Remiswal, K. (2024). Implementasi Teknik Tes Ujian Lisan dalam eval_uasi Hasil Belajar Al-Qur’an dan Ibadah di Pondok Pesantren. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3161–3167. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7078
NGADIWARNO. (2023). Ujian Lisan : Menguji Kemampuan Berkomunikasi dan Penguasaan Materi. Pondok Pesantren Darul Amanah. Retrieved from https://darulamanah.com/ujian-lisan-menguji-kemampuan-berkomunikasi-dan-penguasaan-materi/
Ogan-Bekiroglu, f., & Eskin, H. (2012). Examination of the Relationship Between Engagement in Scientific Argumentation and Conceptual Knowledge. International Journal of Science and Mathematics Education, 10, 1415–1443. https://doi.org/10.1007/210763-012-9346-z.
Pitorini, D. E., Suciati, S., & Ariyanto, J. (2020). Kemampuan argumentasi siswa: Perbandingan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri terbimbing dipadu dialog Socrates. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 6(1), 26–38.
Probosari, R. M., Ramli, M., Harlita, Indrowati, M., & S. (2016). Profil keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan biologi FKIP UNS pada mata kuliah anatomi tumbuhan. Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 29–33. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.3880
Putri, R. E. (2018). Meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMP Kelas VII melalui bahan ajar IPA terpadu dengan tema HALO pada topik kalor. SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching, 1(1), 34–36.
Rhahmadanny, Anwari Adi Nugroho, A. P. (2024). Implementasi Model Argument Driven Inquiry dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi Ilmiah pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Polokarto. KONSTRUKTIVISME, 16(1), 124–134. Retrieved from https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index._php/konstruktivisme/article/download/2936/1711/11989?utm_source=chatgpt.com
Soekisno, R. B. A. (. (2015). mbelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP. Cakrawala Pendidikan, 4(2), 120–139. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/cp.v1i1.8544
Sudarmo, N. A., Lesmono, A.D., & Harijanto, A. (2018). Analisis Kemampuan Berargumentasi Ilmiah Siswa SMA Pada Konsep Termodinamika. Jurnal Pembelajaran Fisika, 2, 196–201.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. (Setiyawami, Ed.) (3rd ed.). Bandung: alfabeta.
winnie-Karen G. Lucas Deutzmann, S. S. M. (2025). Merging Oral and Written Argumentation: Supporting Student Writing Through Debate and SRSD in Inclusive Classrooms. MDPI, 5(11). https://doi.org/https://doi.org/10.3390/educsci15111471






