Inovasi Tari Tradisional Dolalak Melalui Teknologi Untuk Meningkatkan Literasi Digital Pelaku Seni
Abstract
Seni tradisional Dolalak merupakan salah satu warisan budaya Purworejo yang perlu dilestarikan sekaligus dikembangkan agar tetap relevan di era digital. Keterbatasan literasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung promosi serta keberlanjutan karya seni. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan mitra Sanggar Seni Swastika di kabupaten Purworejo. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pelestarian seni Dolalak melalui peningkatan literasi digital, penerapan teknologi informasi, serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan media digital, pendampingan dalam pengelolaan konten daring, penerapan teknologi pada platform promosi, serta perencanaan keberlanjutan program. Mitra kegiatan adalah Sanggar Seni Swastika yang menjadi pusat pelaku seni Dolalak di Purworejo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan digital anggota sanggar (45 persen), optimalisasi fungsi website sebagai media promosi, serta perluasan jangkauan promosi daring melalui media sosial (95 persen). Capaian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital tidak hanya meningkatkan literasi digital pelaku seni, tetapi juga memperkuat eksistensi seni Dolalak di ruang publik dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. PISN 2025 berhasil mengintegrasikan pelestarian seni tradisional dengan inovasi teknologi digital. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni dalam mendukung keberlanjutan budaya sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Downloads
Copyright (c) 2026 Tusino Tusino, Rochimansyah Rochimansyah, Ike Yunia Pasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

