PENGARUH PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN TINDAK LANJUT SUPERVISI AKADEMIK TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH KABUPATEN SEMARANG
DOI:
https://doi.org/10.37729/autotech.v21i02.8128Abstract
Kinerja guru merupakan salah satu faktor strategis dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan karena guru tidak hanya melaksanakan pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan murid agar memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Supervisi akademik kepala sekolah merupakan salah satu instrumen pembinaan profesional guru mencakup perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut supervisi akademik terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Kabupaten Semarang.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Tahap pertama dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuesioner terhadap 86 guru pada empat SMK Muhammadiyah Kabupaten Semarang dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS3. Tahap kedua dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan terdiri atas 4 kepala sekolah, 4 waka kurikulum dan 4 guru untuk menjelaskan temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru dengan koefisien jalur 0,364, tetapi belum signifikan secara statistik (p=0,095). Pelaksanaan supervisi akademik juga berpengaruh positif dengan koefisien 0,317, tetapi belum signifikan (p=0,218) sedangkan tindak lanjut berpengaruh positif dengan koefisien 0,138 dan belum signifikan (p=0,315). Ketiga dimensi secara simultan menunjukkan arah hubungan positif terhadap kinerja guru dengan nilai R² sebesar 0,632.
Temuan kualitatif menjelaskan bahwa efektivitas supervisi belum optimal karena perencanaan masih cenderung administratif, pelaksanaan belum konsisten dan berkelanjutan serta tindak lanjut belum sepenuhnya didukung coaching, mentoring, monitoring dan pelatihan. Faktor lain seperti kompetensi guru, motivasi kerja, sarana prasarana, karakteristik murid, kepemimpinan dan budaya sekolah turut memengaruhi kinerja guru. Penelitian menyimpulkan bahwa supervisi akademik perlu dikembangkan sebagai siklus pembinaan profesional secara sistematis, berbasis kebutuhan, kolaboratif dan berkelanjutan.
Kata kunci: supervisi akademik, perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut, kinerja guru, mixed methods
