Manajemen Teaching Factory Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Putra Pangkalan Bun
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perencanaan sarana prasarana, rendahnya sumber daya manusia, sulitnya penerapan model pembelajaran, kurangnya keterlibatan peserta didik, serta belum optimalnya keterlibatan industri dan pengawasan dalam pelaksanaan Teaching Factory (TeFa) di SMK Putra Pangkalan Bun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perencanaan, pelaksanaan, sistem evaluasi, dan pengawasan (controlling) TeFa di SMK Putra Pangkalan Bun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Teknik Alat Berat, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana prasarana, kepala program keahlian, serta kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan TeFa dilakukan melalui pemetaan potensi kerja sama berbasis data bersama PT United Tractor, namun ditemukan disparitas kompetensi sebesar 70,6% antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan aktual industri; (2) pelaksanaan TeFa ditopang oleh pengorganisasian sumber daya manusia yang terstruktur dan kolaboratif serta dukungan stakeholder internal, industri, dan pemerintah; (3) sistem evaluasi TeFa berjalan melalui monitoring berjenjang dan pelaporan berkala yang menjadi instrumen penjaminan mutu berkelanjutan; dan (4) pengawasan (controlling) dilakukan secara berlapis melalui monitoring level manajerial oleh Kepala Sekolah, supervisi multilevel oleh tim kolaboratif sekolah, serta audit berkala bersama United Tractor, dengan frekuensi pemantauan yang diakselerasi dari pola semesteran menjadi triwulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen TeFa berbasis kemitraan strategis mampu menjembatani kesenjangan kompetensi antara pendidikan kejuruan dan kebutuhan industri secara berkelanjutan.
Kata kunci: manajemen; pengawasan; sekolah menengah kejuruan; teaching factory



